KPK Ultimatum Pakde Karwo

Mantan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo.
Sumber :
  • lucky Aditya/Malang/VoxPop

VoxPop – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjadwalkan ulang pemanggilan sekaligus mengultimatum mantan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, terkait kasus pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2018.

img_title Harga Minyak Dunia Naik Usai Trump Ultimatum Iran: ‘Hidup di Neraka’ Jika Tak Buka Selat Hormuz

Sebab, pada pemanggilan Rabu pekan lalu, Pakde Karwo, begitu Soekarwo biasa disapa, mangkir dari pemeriksaan penyidik.

"Saksi Soekarwo, mantan Gubernur Jawa Timur, dipanggil kembali untuk pemeriksaan Rabu, 28 Agustus 2019," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada awak media, Senin, 26 Agustus 2019.

img_title Bursa Asia Menguat Usai Ultimatum Trump ke Iran Soal Selat Hormuz

Febri meminta Pakde Karwo kooperatif dengan memenuhi panggilan penyidik KPK. Apalagi sudah panggilan kedua, yang sejatinya punya konsekuensi hukum nantinya.

"Karena itu sudah panggilan kedua, kami imbau agar datang memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan dengan benar," kata Febri.

img_title Ultimatum SPBU Swasta, Bahlil: Tidak Taati Aturan Negara, Tunggu Tanggal Mainnya

Sebelumnya, pada Rabu, 21 Agustus 2019, Soekarwo mangkir pemeriksaan KPK.

Sedianya hadir, dia diperiksa saksi terkait perkara suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2018, dengan terdakwa Ketua DPRD Tulungagung Supriyono.

Diketahui, KPK juga sempat memeriksa mantan ajudan Pakde Karwo, Karsali, dalam perkara ini. Namun, Karsali tidak banyak bicara saat keluar dari kantor KPK.

KPK juga telah menggeledah kediaman Karsali di Kompleks Sakura, Kelintang, Surabaya, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Dari sana tim menyita sejumlah barang bukti yang diduga terkait suap anggaran APBD Tulungagung periode 2015-2018.

Saat ini, Karsali menjabat sebagai komisaris di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Jawa Timur. (ase)

Presiden AS Donald Trump di Ruang Oval Gedung Putih

Pejabat Iran Ledek Trump soal Ultimatum Serangan: Biarkan Dia Ngoceh!

Anggota Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Saeed Jalili, menilai Presiden Amerika Serikat (AS) terlalu banyak bicara merespons ultimatumnya kepada Iran

img_title
VoxPop.co.id
7 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut