Sidang Dakwaan Ungkap Fakta Baru di Perkara Gubeng Ambles
- VoxPopnews/ Nur Faishal.
"Padahal, menurut spesifikasi perencanaan, mutu beton soldier pile adalah 25 Mpa," kata jaksa Hari Basuki.
IMB Keluar Belakangan
Saat proyek mulai dikerjakan, ternyata pemilik gedung maupun pemilik proyel tidak mengantongi Ijin Mendirikan Bangunan atau IMB. Karenanya, jelas jaksa Hari, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Pemerintah Kota Surabaya mengirimkan surat teguran pada 16 Mei 2014. Kala itu, PT Indopora yang melakukan bore pile langsung berhenti.
PT Saputra Karya lantas mengajukan IMB dengan perencanaan gedung 20 lantai dan dua lantai ke bawah untuk basement. Pemkot mengabulkan permohonan IMB itu pada 30 Maret 2015 dengan nomor: 188/1450-92/436.6.2/2015. PT Saputra mengubah perencanaan bangunan dengan menambah lantai gedung, yakni 23 lantai ke atas dan empat lantai ke bawah.
Atas perubahan itu PT Saputra mengajukan permohonan IMB baru dan dikabulkan Pemkot pada tahun 2017 dengan nomor IMB: 188.4/9646-92/436.7.5.2017 tanggal 20 Desember 2017. Proyek akhirnya dilaksanakan. Selain CV Testena dan PT Indopora, PT Saputra juga menggandeng PT Ketira Engineering Consultants dan PT Nusa Konstruksi Engineering Tbk.
Bocor sebelum Ambles
Jauh hari sebelum badan jalan di Raya Gubeng ambles pada 18 Desember 2018 sekira pukul 21.20 WIB, sebetulnya terjadi beberapa kali peristiwa lonsor dan kebocoran di lokasi proyek. Dalam dakwaan dijelaskan, pada 1 Mei 2018 terjadi longsor pada sumur resapan WSP 4 (sisi utara/belakang RS Siloam).
Kemudian pada 10 Agustus 2018, longsor tanah terjadi pada sumur resapan WSP 3 (sisi selatan/rumah kosong), kebocoran besar pada dinding soldier pile karena kerusakan bentonet, pengeboran dan pemasangan ground anchor, dan terjadi penurunan tanah diluar bangunan soldier pile.
Juga terjadi penurunan muka air tanah, terjadi kebocoran diafragma wall yang berdampak retaknya bangunan di sekeliling proyek (rusaknya dinding-dinding bangunan warga yang ada di sekitar lokasi proyek). Pada 18 Desember 2018 sekira pukul 17.00 WIB, terjadi kebocoran lagi pada dinding sebelah timur di titik 47 Layer 1.
Pekerja dari PT Freyssinet kemudian melakukan perbaikan namun belum selesai hingga pukul 21.00 WIB. "Tiba-tiba terdengar suara bunyi “seling bagian dari ground anchor terlepas“ yang sangat keras yang berasal dari sumber suara beberapa titik ground anchor secara bergantian," kata jaksa Hari.
