Wapres Ma'ruf: Sekuler Paham Radikal, Harus Diantisipasi

Wakil Presiden Maruf Amin
Sumber :

VoxPop – Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan, selain radikalisme, paham sekuler juga harus diantisipasi di Tanah Air. Ma'ruf menyebut sekulerisme adalah paham yang juga berbahaya, karena anti dengan agama.

img_title 3 Fitur Game Online yang Disukai Pelaku Terorisme dan Radikalisme

"Itu kan paham, paham yang anti agama. Agamaphobis, islamphobis, ingin menjauhkan agama dari kehidupan beragama, berbangsa, bernegara. Itu tentu termasuk paham yang radikal, sekuler, yang tentu perlu kita antisipasi," ujar Ma'ruf di kantor Wapres, Jakarta, Rabu 20 November 2019.

Baca: Kisah Satu Keluarga di Turki Dihukum Mati karena Belajar Alquran

img_title BNPT: 112 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Game Online dan Media Sosial Sepanjang 2025

Ma'ruf mengatakan, paham sekuler rentan menimbulkan terjadinya konflik di masyarakat. Menurutnya sudah banyak bermunculan contoh orang yang menggaungkan sekulerisme.

"Saya kira sudah ada fenomena itu. Jangan bawa-bawa agama lah, padahal agama itu kan tidak mungkin dipisahkan dari kehidupan. Tentu (agama) saya kira bagian dari karakteristik kehidupan bangsa ini," ujar Ma'ruf.

img_title BNPT Ungkap 21.199 Konten Radikal Sepanjang 2025, Anak Jadi Sasaran Rekrutmen Terorisme

Meskipun demikian, Ma'ruf mengakui soal sekulerisme ini tidak terlalu menonjol. Sehingga pemerintah memang lebih banyak fokus ke deradikalisasi untuk mencegah terorisme.

"Ya makanya itu menjadi fokus adalah radikalisme dan terorisme, salah pemahaman keagamaan atau karena merasa diperlakukan tidak adil. Nah, aspek-aspek itu yang menjadi fokus," kata Ma'ruf.

Olah TKP ledakan bom rakitan yang dibawa seorang pelajar ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatra Barat

Wamenag Minta Publik Tak Langsung Kaitkan Ledakan di MAN 3 Padang dengan Radikalisme

Wamenag Romo Muhammad Syafi'i mengatakan pengalaman dari sejumlah kasus sebelumnya menunjukkan dugaan awal tidak selalu terbukti setelah penyelidikan selesai.

img_title
VoxPop.co.id
16 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut