Tamasya Asyik ke Taman Peri dan Rumah Gipsy di Bandung
- VoxPopnews / Dede Idrus
VoxPop – Bandung dan sekitarnya selalu menjadi destinasi wisata favorit untuk dikunjungi setiap musim libur Natal dan Tahun Baru. Tak hanya menyajikan udara yang masih sejuk, juga menawarkan wisata dengan fasilitas beragam dan kaya kreativitas.
VoxPopnews sempat mengunjungi tiga objek wisata yang tengah menjadi primadona di Bandung. Tempat wisata tersebut adalah Fairy Garden, The Lodge Maribaya dan Mulberry Hill Resort.
Ketiga objek wisata ini merupakan unit bisnis milik The Lodge Grup. Lokasinya berada di Jalan Raya Cibodas, Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Jaraknya sekitar 20 Kilometer dari pusat Kota Bandung.
Jelang libur Natal dan Tahun Baru ini, sejumlah wisata milik The Lodge Grup sudah melakukan berbagai persiapan. Persiapan yang dilakukan adalah membuka wahana baru di Fairy Garden dan The Lodge Maribaya.
Wisatawan yang berkunjung ke Fairy Garden akan menikmati wahana Gipsy Village. Di sana, pengunjung bisa menikmati suasana pemukiman kaum Gipsy.
Terdapat sejumlah karavan atau rumah khas kaum Gipsy dengan bentuk yang unik dengan aktivitas permainan di dalamnya. Wisatawan juga akan disuguhkan pertunjukan peri-peri dari negeri dongeng setiap jamnya.
![]()
Foto: VoxPopnews / Dede Idrus
Ditambah lagi, ada beberapa spot foto yang menarik bagi pengunjung yang doyan selfie. Pengunjung bisa menikmati wisata Fairy Garden yang memiliki luas sekitar 2 hektare.
Direktur The Lodge Grup, Heni Smith, mengaku ide membangun Gipsy Village muncul karena melihat bangunan rumah kaum Gipsy yang unik. Dia juga ingin memperkenalkan kepada pengunjung tentang Gipsy.
"Saya idenya karena aku lihat sangat bagus sekali bentuk rumahnya, saya pikir itu juga membuat spot yang bagus, kita juga ingin mengenalkan apa itu Gipsy itu, tamu juga bisa berpakaian Gipsy, kita sewakan," ujar Heni, Kamis 19 Desember 2019.
![]()
Foto: VoxPopnews / Dede Idrus
Sementara itu, untuk objek wisata Lodge Maribaya, Heni sudah menambah wahana baru yakni Extreme Swing. Pengunjung akan diikat dengan tali dan alat pengaman, sebelum akhirnya berayun bebas di atas perbukitan terjal.
"Kita tidak hanya berfoto tapi bagaimana merasakan adrenalin saat menempati extreme swing, teriak-teriak gitu,"katanya.
