Bea Cukai Ungkap Impor Pulpen Palsu dari China Senilai Rp1 Miliar

Konferensi pers bersama tentang Penindakan Barang Impor Tiruan di Terminal Peti Kemas Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 9 Januari 2020.
Sumber :
  • VoxPopnews/Nur Faishal

Megusdyan mengaku telah melakukan penelusuran peredaran pulpen yang meniru mereknya itu sejak 2005. Ia bahkan menelusuri sampai ke China, negara asal pabrik pulpen yang diimpor PT PAM lalu diberi tulisan di bungkusnya 'Made in Indonesia'. "Barangnya itu dari China. Kalau dihitung-hitung dari 15 tahun lalu, kerugian kami sekitar satu triliun," ujarnya.

img_title Bea Cukai Beberkan Kronologi Penyelundupan Ekstasi 26 Kg oleh Pilot Asal Malaysia

Megusdyan mengaku telah bekerja sama dengan Kepolisian RI untuk mencegah peredaran pulpen palsu agar tidak merugikan perusahaannya. Namun, cakupan pasar yang teramat luas membuat pulpen tiruan itu tetap beredar di pasaran. Karenanya, ia terbantu ketika ada rekordasi sehingga pencegahan bisa dilakukan sejak di pelabuhan.

Selain Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, hadir pula dalam konferensi pers penindakan barang impor tiruan/pemalsuan merek itu, di antaranya, Plh Dirjen HAKI Brigjen Pol Reynhard P. Silitonga, Staf Ahli Bidang Pidsus Kejagung Sudung Situmorang, Hakim Agung I Gusti Agung Sumanantha, Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga, dan Wakapolda Jatim Brigjen Pol Djamaludin. (ase)

img_title Intelijen AS Sebut China 'Miliki' Data 220 Juta Pemilih Pemilu
Bea Cukai musnahkan puluhan juta batang Rokok Ilegal

Bea Cukai Sikat 906 Juta Batang Rokok Ilegal di Semester I-2026, Negara dan Industri Legal Ikut Terselamatkan

Bea Cukai menindak 906 juta batang rokok ilegal sepanjang Semester I-2026 untuk menjaga penerimaan negara dan menciptakan persaingan usaha yang sehat.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut