BMKG: Gempa Susulan di Ambon Sudah 3.089 Kali sejak September 2019

Aktivitas gempa susulan di Ambon pada gugus utama dengan pola kelurusan yang hampir berarah selatan-utara yang terletak di antara Ambon dan Haruku.
Sumber :
  • BMKG

Hasil relokasi episenter gempa susulan menggunakan data BMKG yang terpilih sebanyak 537 gempa susulan menunjukkan adanya beberapa gugus episenter. 

img_title BMKG Perkirakan Puncak Kemarau di Juli-September, Ini yang Harus Disiapkan

Kluster utama adalah gugus aktivitas gempa susulan produk sesar utama yang mencakup di dalamnya episenter gempa utama. Gugus ini paling aktif berarah hampir selatan-utara dan terletak di antara Ambon dan Haruku dengan episenter dominan terletak di laut.

Sementara itu, gugus sekunder adalah gugus aktivitas gempa susulan yang tersebar di luar gugus utama. Gugus ini berada di Pulau Ambon, Kairatu, dan selatan Haruku. 

img_title BMKG: Hujan Sangat Lebat Bayangi Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi Hari Ini

Kedua, kondisi batuan di zona gempa Ambon memiliki karakteristik rapuh (brittle) dan tidak elastis (ductile) sehingga mudah mengalami rekahan (rupture) yang menyebabkan terjadinya banyak aktivitas gempa susulan.

Ketiga, gempa Ambon memiliki “stress drop” yang rendah. Berdasarkan beberapa hasil penelitian, gempa dengan “stress drop” yang rendah maka cenderung akan memproduksi gempa susulan yang lebih banyak. 

img_title BMKG Ingatkan Hujan Lebat Berpotensi Guyur 15 Provinsi Hari Ini, Warga Diminta Waspada Banjir dan Longsor

Sesar Aktif Baru

Hasil pemetaan sebaran pusat gempa susulan oleh BMKG, selain dapat menjawab fenomena banyaknya aktivitas gempa yang terpicu di luar bidang sesar utama, juga memberi petunjuk keberadaan sesar aktif baru.

Aktivitas gempa merupakan penanda aktifnya sebuah sesar. Sebaran gempa susulan menunjukkan bidang rekahan batuan (rupture). Jika sebaran pusat gempa membentuk pola kelurusan, maka ini merupakan salah satu indikasi adanya sesar aktif. 

Sebaran aktivitas gempa susulan di Ambon pada gugus utama dengan pola kelurusan yang hampir berarah selatan-utara yang terletak di antara Ambon dan Haruku mencerminkan adanya aktivitas sesar aktif di antara Ambon dan Haruku dengan panjang diperkirakan sekitar 42 kilometer. 

Untuk mengidentifikasi strukturnya, maka perlu dilakukan upaya identifikasi struktur sesar di dasar laut antara Ambon dan Haruku. Identifikasi sesar aktif ini sangat penting untuk menyusun peta sesar aktif baru yang nantinya dijadikan sebagai acuan kajian bahaya dan risiko gempa bumi serta tsunami di Ambon dan sekitarnya.

Ilustrasi Kekeringan

BMKG: Juli 2026 Jadi Juli Terkering dalam 35 Tahun

Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Klimatologi BMKG Fachri Radjab menjelaskan hasil analisis BMKG menunjukkan rata-rata curah hujan nasional pada Juli 2026 menjadi yang

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut