Pemprov Jatim Yakin PSBB Malang Raya Lebih Baik Ketimbang Surabaya

VoxPop –  Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah Malang Raya, Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang resmi berlaku sejak, Minggu, 17 Mei 2020 pukul 00.00 WIB. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Seketaris Daerah Pemprov Jatim, Heru Tjahjono memimpin koordinasi terakhir detik-detik jelang PSBB diterapkan.

img_title Khofifah: Industri Tembakau Berkontribusi Besar bagi Ekonomi Jawa Timur

Seketaris Daerah Pemprov Jatim, Heru Tjahjono mengatakan, koordinasi dengan kepala daerah di Malang Raya sejauh ini berjalan baik. Di hari terakhir sosialisasi PSBB ini, Pemprov Jatim memastikan bahwa informasi pemberlakuan PSBB telah sampai ke tingkat paling bawah. Sebab, RT dan RW terlibat aktif dalam sosialisasi PSBB.

"Saya sudah melakukan koordinasi dengan Forkompimda Malang Raya. Mulai pukul 00.00 WIB nanti PSBB resmi diberlakukan. Sosialisasi sudah sampai RT/RW mereka bertanggungjawab memberikan informasi PSBB ke masyarakat," kata Heru, Sabtu, 16 Mei 2020.

img_title Khofifah Lepas Keberangkatan 374 Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Surabaya

Heru bahkan membandingkan dari segi kesiapan PSBB Malang Raya jauh lebih baik ketimbang PSBB di Surabaya Raya. Sebab, di Malang Raya berbagai elemen bergotong royong membentuk kampung tangguh, dimana masyarakatnya menyiapkan berbagai program untuk menunjungan pemberlakuan PSBB. Diantaranya, menyediakan lumbung pangan, patroli keamanan hingga prosedur pemakaman.

"Ada perbedaan di Surabaya Raya dan Malang Raya ada kearifan lokal yang membantu pelaksanaan PSBB. Salah satunya banyak relawan yang melakukan penetrasi di Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang," ujar Heru.

img_title KPK Bakal Hadirkan Khofifah jadi Saksi Sidang Perkara Dana Hibah Jatim

Gubernur Jawa Timur, Khofifah bahkan telah meninjau langsung beberapa kampung tangguh di Malang Raya. Dia menyebut, dengan dibentuknya kampung tangguh di Malang Raya proses edukasi dan koordinasi relatif sudah matang. Total di Malang Raya ada 564 kampung tangguh, sehingga Pemprov Jatim yakin PSBB Malang Raya dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Telah dilakukan di Malang Raya ini yang cukup signifikan adalah kampung tangguh yang sudah disiapkan sebetulnya efektif sejak pertengahan April yang lalu, sehingga relatif proses konsolidasi untuk bisa melakukan berbagai langkah-langkah resosialisasi dan re-edukasi itu bisa relatif sudah matang," tutur Khofifah.

"Kami menyebut ini adalah potensi yang luar biasa sebagai social capital yang dimiliki oleh Malang Raya. Karena di dalam pendekatan untuk melakukan penghentian penyebaran Covid-19 adalah pencegahan, pencegahan dan pencegahan," kata Khofifah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut