4 Penumpang Positif, Penambahan Gerbong KRL Batal dan Diganti 150 Bus
- ANTARA FOTO/Paramayuda
VoxPop – Pasca ditemukan empat penumpang KRL positif COVID-19, penambahan gerbong KRL untuk mengurai kepadatan penumpang di Stasiun Bogor dibatalkan. Sebagai alternatif pengganti mengurai kepadatan, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan warga menuju Jakarta akan disiapkan 150 bus.
"Atas dasar ditemukannya positif sehingga masih belum memungkinkan penambah kapasitas gerbong. Jadi tidak mungkin yang sekarang 45 persen ditambah lagi, jadi masih belum memungkinkan," jelas Bima Arya saat meninjau swab massal di Terminal Baranang Siang, Jumat 10 Juni 2020.
Pembatalan penambahan gerbong dengan penggantian bus, lanjut Bima, sudah melalui rapat koordinasi yang dipimpin Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan, Menpan RB, dan Menpanrekraf serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Kata Bima, hasil rapat tersebut menindaklanjuti persoalan yang terjadi di stasiun. Pertama kondisi tidak memungkinkan menambah kapasitas gerbong. Sebagai gantinya, akan ada penambahan dua jadwal keberangkatan kereta dari stasiun Bogor lebih pagi.
"Ya karena situasinya masih belum aman dan terbukti masih ditemukannya pasien positif begitu ya di stasiun," ucapnya.
Selain penambahan jadwal KRL, lanjut Bima, untuk mengatasi kepadatan juga akan ada penambahan pelayanan bus sebanyak 150 unit mulai Senin besok. Bus tersebut 75 dari kementerian, 75 bus dari Provinsi Jakarta. Dengan begitu diharapkan dapat mengurai kepadatan penumpang di pagi hari.
"10 bus akan berangkat dari Pool Damri di samping Botani Squre, sisanya 140 bus akan berangkat dari stasiun Bogor. Untuk 140 bus yang berangkat dari stasiun Bogor tujuannya adalah Sudirman, Juanda, Tanah Abang dan Manggarai. Sedangkan 10 bus dari Damri tujuannya Sudirman dan Juanda," katanya.
"Jadi ini perhatian bagi seluruh warga Bogor mudah-mudahan ini bisa mengurai. Karena hitung-hitungan kami lonjakan di pagi hari masih bisa dicairkan apabila busnya ditambah hari Senin," kata Bima.
Bima menyampaikan, berdasarkan kesepakatan rapat koordinasi, kapasitas bus akan ditambah menjadi 70 persen. Sehingga dalam satu bus akan diisi 40 penumpang atau 6.000 penumpang untuk 150 bus.
"Mudah-mudahan ini bisa mencairkan ya. Dan disampaikan juga masukan dari Pemkot Bogor tentang evaluasi shift kerja di Jakarta. Jadi ini akan kembali dikaji oleh Menpan RB dan Gubernur Jakarta karena shift ini masih belum berjalan secara maksimal," kata Bima.
