Saat Jokowi Kangen Kritikan Fahri Hamzah hingga Cerita Berat Badan
- DPN Partai Gelora
Anis, yang juga mantan presiden PKS itu, menilai perlu bagi Presiden Jokowi untuk memasukkan analisis geopolitik dalam manajemen krisis era pandemi COVID-19 saat ini. Anis berpandangan, pandemi ini juga digunakan sebagai sarana pertarungan supremasi dan eksistensi kekuatan-kekuatan global dan kawasan.
Pertemuan itu berlangsung akrab, cair, dan saling sahut. Wedang jahe menjadi sajian jamuan yang disuguhkan oleh Presiden Jokowi.
Jokowi dan Anis punya pandangan yang sama. Yakni era pandemi COVID-19 saat ini harus menjadi pembelajaran yang baik bagi bangsa untuk bisa mandiri.
"Saat ini banyak negara mengalami isolasi diri. Indonesia relatif bisa mandiri dan berpeluang lebih kuat," kata Anis.
Jokowi kemudian menimpali. Ia sepakat bahwa saat ini adalah momentum bagi Indonesia dan pemerintah untuk perlahan-lahan mulai lepas dari ketergantungan terhadap asing.
"Ya benar. Saat ini ketergantungan kita kepada komoditi impor sekitar 13 persen. Artinya itu punya kekuatan besar untuk makin mandiri," tutur Jokowi.
Jadwal awal pertemuan tersebut hanya dialokasikan 30 menit. Tetapi ternyata, karena keasikan hingga berlangsung lebih lama, yakni satu jam. Dari pukul 15.45 WIB hingga 16.45 WIB.
"Pertemuan semula diatur 30 menit tapi jadi manjang sampai satu jam. Itu pun setelah mensesneg nampak melihat jam tangannya, sementara Presiden Jokowi masih menikmati ‘cerita’ Fahri," kata Mahfudz.
Sadar kalau agenda Presiden Jokowi masih ada, sehingga pertemuan yang sudah manjang itu berakhir. Presiden Jokowi dan Mensesneg Pratikno, mengantarkan rombongan DPN Gerindra hingga ke ruangan depan.
Di situ, berlanjut sesi foto bersama. Tapi usai foto, tiba-tiba Fahri Hamzah mengeluarkan telepon genggam dari kantongnya.
"Fahri menyambar HP-nya lalu minta selfi dengan Presiden Jokowi. Jadilah jepretan selfi itu, yang sebenarnya di luar protokol. Mensesneg hanya geleng-geleng kepala sambil senyum melihat Presiden Jokowi nggak bisa menghindari dari cegatan foto selfi Fahri Hamzah," ujarnya. (art)
