Ikut Deklarasi KAMI, Refly Harun: Hal yang Baik Harus Diikuti

Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, saat berkunjung ke kantor VoxPop.co.id di Jakarta.
Sumber :
  • VoxPop/Dhana Kencana

VoxPop – Sejumlah tokoh mendeklarasikan gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Salah satu yang hadir adalah pakar hukum tata negara, Refly Harun.

img_title PKB: Di Sistem Politik Kita, Tak Ada Oposisi dan Partai Penyeimbang

Tujuan dideklarasikan karena kondisi Indonesia saat ini sudah melenceng dari cita-cita para pendiri bangsa.

Refly pun merespons berbagai pertanyaan alasan dirinya ikut deklarasi KAMI.

img_title AHY Ingatkan Partai Oposisi Tak jadi Pemecah Belah Bangsa: Harus Konstruktif dan Ada Solusi

"Saya ditanya kenapa datang ke pradeklarasi KAMI, saya bilang hal hal yang baik justru harus ikut," tulis Refly di akun Twitternya, @ReflyHZ yang dikutip pada Senin, 3 Agustus 2020. 

Menurut dia, setiap warga mesti berpartisipasi dengan cara yang benar. Meski partisipasi itu tak perlu ada di barisan kekuasaan.

img_title AHY Hormati PDIP Sebagai Oposisi Pemerintah: Kami Juga Punya Pengalaman

"Tiap warga hrs berpartisipasi dlm caranya sendiri, dg atau tanpa kekuasaan di tangan," ujar Refly menambahkan.

Saat deklarasi KAMI, pada Minggu kemarin, 2 Agustus 2020, selain Refly hadir sejumlah tokoh antara lain, eks Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin, pengamat politik Rocky Gerung, pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy.

Selain itu, ada mantan penasihat KPK, Abdullah Hehamahua, hingga mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu.

Dalam pernyataannya, koalisi ini menyampaikan sebagai gerakan moral yang terbentuk atas keresahan bersama terhadap kondisi bangsa terkini. (ase)

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri

Terbitkan Surat Internal, Megawati Tegaskan PDIP Tetap Jadi Partai Penyeimbang, Bukan Oposisi!

Megawati menerbitkan surat internal terkait posisi PDIP. Dalam surat itu disebutkan jika posisi politik partainya sebagai partai penyeimbang dalam ketatanegaraan RI

img_title
VoxPop.co.id
8 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut