Rocky Gerung: Puan Setitik Merusak Restoran Padang

Rocky Gerung.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir

VoxPop – Pernyataan Ketua DPR Puan Maharani yang dinilai menyinggung masyarakat Sumatera Barat atau Sumbar dan dibela elite PDIP jadi perhatian pengamat politik Rocky Gerung. Rocky menyampaikan ucapan Puan memunculkan kejengkelan kelompok rakyat terhadap kekuasaan.

img_title DPR Resmi Tetapkan 9 Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029, Ini Daftar Nama yang Lolos

Dia mengatakan Puan direpresentasikan sebagai paket kekuasaan oleh pihak yang jengkel. Ucapan Puan yang dicap menyinggung rakyat Sumbar hanya sebagai akumulasi saja.  

"Sinisme terhadap Istana sebetulnya yang direalisasikan melalui ucapan Puan. Jadi, sekali lagi ini akumulasi aja," kata Rocky dalam akun YouTube Rocky Gerung Official yang dikutip VoxPop pada Senin, 7 September 2020.

img_title Puan Maharani Soroti Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Minta Sekolah Bebas dari Perundungan

Baca Juga: Andre Rosiade ke Kapitra: Kami Ini Orang Sumatera Barat Loyal NKRI

Meski Rocky menilai Puan sebenarnya tak bermaksud menyinggung Sumbar. Ia kasihan terhadap putri Megawati Soekarnoputri itu karena tak layak dapat hukuman cibiran sosial lantaran ucapannya itu.

img_title Puan Hormati Putusan MK soal Pilkada Langsung, DPR Segera Tindak Lanjuti

Namun, karena Puan bagian dari kekuasaan, maka ada kelompok yang jengkel terus membalas pernyataannya. Ia bilang posisi Puan lemah karena ucapannya itu.

"Karena dia mungkin sekali, kurang bijak mengucapkan itu. Saya kira dia enggak maksud menghina. Namun demikian, susah untuk kita hambat arus yang menganggap bahwa Puan, Mega, Jokowi, PDIP adalah satu paket," jelas Rocky.

Dengan polemik Puan ini, menurut Rocky, yang rugi justru PDIP. Ia mengibaratkan ucapan Ketua DPP PDIP itu seperti setitik yang merusak restoran masakan Padang.

"Dan, itu mengakibatkan Puan setitik merusak meja makan di restoran Padang. Tertuang sedikit air lalu nasinya jadi becek. Ya, tentu PDIP yang paling rugi," tutur Rocky.

Pun, Rocky juga menyinggung PDIP yang tegak membela Puan. Menurutnya, pernyataan elite PDIP dinilai tak menyelesaikan persoalan.

"Yang saya kira justru konyol PDIP kemudian berbaris tegak membela Puan. Padahal, ini bukan bela membela. Ini soal rasa batin manusia Padang. Dan, ini tak bisa dibela pernyataan. Ini semesti dengan kerelaan mengakui cari cara untuk berdamai," ujarnya.

Baca Juga: PDIP Tak Pernah Menang di Sumbar, Qadari: Tidak Kompatibel

Sebelumnya, pernyataan Puan disorot ketika memberikan rekomendasi ke pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Mulyadi-Ali Mukhni. Saat itu, ia berharap Sumbar jadi provinsi yang dukung Pancasila.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut