Pengakuan Mengejutkan Mantan Pengikut Paguyuban Tunggal Rahayu

Spanduk Paguyuban Kandang Wesi di Garut
Sumber :
  • VoxPop/Diki Hidayat

VoxPop – Enam orang saksi yang terdiri dari Camat, Kepala Desa dan empat orang mantan pengikut Paguyuban Tunggal Rahayu dimintai keterangan di Markas Polres Garut Jawa Barat, Rabu 9 September 2020. Sementara untuk penanggungjawab Paguyuban Tunggal Rahayu, Mr. Prof. Ir. Cakraningrat alias Sutarman pemeriksaan akan dilakukan Kamis 10 September 2020.

Kasat Reskrim Polres Garut, Ajun Komisaris Polisi Maradona Armin Mappaseng mengatakan bahwa sejauh ini para saksi membenarkan adanya Paguyuban Tunggal Rahayu. Namun secara detail mereka tidak mengetahui.

"Jadi memang para saksi ini membenarkan adanya Paguyuban Tunggal Rahayu," ujarnya dikutip Kamis, 10 September 2020.

img_title Ditegur karena Terobos Perlintasan Kereta di Garut, 4 Orang Malah Keroyok Penjaga Pintu

Baca juga: Tak Cuma Buat Uang Sendiri, Paguyuban Tunggal Rahayu juga Ubah Alquran

Para saksi juga membenarkan adanya perekrutan anggota paguyuban, termasuk diantaranya ada pungutan yang berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp600 ribu. Pihak pengurus paguyuban juga menjanjikan berbagai hal dan fasilitas bagi para anggota.

"Jadi ada untuk bantuan, kemudahan untuk bekerja, jadi yang jelas terkait persoalan peningkatan kesejahteraan anggota," ungkap Maradona.

Lanjut Maradona, para saksi juga membenarkan adanya uang versi Paguyuban Tunggal Rahayu yang sudah dipergunakan untuk bertransaksi. Hanya sejauh ini para saksi tak mengetahui motif dari kegiatan Paguyuban Tunggal Rahayu.

"Yang jelas masih terus kami dalami kasus ini, termasuk penanggungjawab berinisial S yang akan kami mintai keterangan dengan status saksi," katanya.

Macan tutul Jawa

Heboh Video Macan Turun Gunung dan Serang Warga di Garut, Polisi Pastikan Hoaks

Polisi memastikan tidak ada macan atau binatang buas yang turun gunung kemudian menyerang warga di wilayah Garut seperti yang dinarasikan dalam video di media sosial.

img_title
VoxPop.co.id
14 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut