Tak Cuma Buat Uang Sendiri, Paguyuban Tunggal Rahayu juga Ubah Alquran

Pecahan uang versi ormas Tunggul Rahayu
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Diki Hidayat

VoxPop – Paguyuban Kandang Wesi Tunggal Rahayu, yang berada di Kabupaten Garut Jawa Barat, membuat heboh. Lantaran aktivitasnya yang menyimpang, seperti mengubah lambang Garuda Pancasila dan membuat mata uang sendiri. Terakhir, dari pengakuan pengikutnya, juga mengubah beberapa ayat suci Alquran.

img_title Prabowo Minta Kepala Daerah Tak Kerahkan Warga Menyambutnya saat Kunker: Kasihan Nunggu Berjam-jam Panas

Atas tindakan yang menyimpang tersebut, Pemerintah Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, akhirnya membekukan dan membubarkan kegiatan Paguyuban Kandang Wesi Tunggul Rahayu tersebut.

Camat Cisewu, Heri Hermawan mengatakan, aktivitas Paguyuban Tunggul Rahayu sudah membuat resah warga karena dinilai banyak hal yang bertentangan dengan warga sehingga seluruh unsur pemerintahan sepakat untuk membekukan dan membubarkan kegiatan paguyuban tersebut.

img_title Polisi Tangkap Maling Motor yang Tembak Warga di Jaktim

"Ada beberapa hal yang bertentangan dengan masyarakat dan menyimpang, sehingga kami sepakati untuk membubarkan Paguyuban Tunggul Rahayu," ujarnya, Rabu, 9 September 2020.

Sejumlah pengikut Paguyuban Tunggal Rahayu, hari ini membuat surat pengunduran diri yang akan diserahkan kepada ketua paguyuban. Para pengikut yang mengundurkan diri beralasan bahwa misi organisasi tidak sejalan dengan pemahaman warga yang jadi pengikut.

img_title Ramai Dikaitkan dengan Urusan Pajak, Polri Tegaskan Bhabinkamtibmas Tak Berwenang Menagih Warga

"Saya bersama teman-teman lainnya, hari ini membuat surat pengunduran diri dari keanggotaan Paguyuban Tunggal Rahayu," ujar Ai Laela, salah seorang anggota paguyuban tersebut.

Ai yang mulai masuk Paguyuban Tunggal Rahayu bulan Agustus 2020 lalu menilai, selain lambang negara, ada kalimat Alquran yang diubah. Misalnya, Bismillah menjadi Al-Bismillah, yaitu menambahkan huruf hijaiyah berupa alif dan lam pada kalimat tersebut.

Lanjut Ai, dia mendapat informasi dari anggota lain yang pernah diminta uang sebesar Rp100 ribu untuk kartu anggota dan uang Rp600 ribu untuk sertifikat pendanaan. Sementara dana yang dijanjikan oleh ketua Paguyuban Tunggal Rahayu hingga saat ini tidak terbukti. "Jadi teman-teman yang masuk lebih lama, ternyata ada pungutan uang juga dengan dalih untuk kartu anggota dan jaminan bantuan, " ujarnya. (lis)

Ilustrasi kemiskinan.

Penduduk Miskin RI Turun Jadi 22,93 Juta Orang, BPS Catat Berkurang 430 Ribu Orang

Jumlah penduduk miskin di Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami penurunan sebanyak 430 ribu. Jumlah tersebut menjadi 22,93 juta orang.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut