Firli Disebut Penyebab Mundur Massal Pegawai KPK, Benarkah?
- VoxPop/Edwin Firdaus
"Sekarang (KPK) enggak ada dinamikanya, karena didominasi oleh pimpinan, terutama Ketua KPK. Dan keberaniannya juga sudah tidak ada," ujar dia.
Boyamin menyebut relevan pendapatnya bila disandingkan alasan Febri mengundurkan diri. Dalam surat pengunduran diri, Febri menyatakan menjadi pegawai KPK merupakan pilihan untuk dapat berkontribusi dalam upaya memberantas korupsi.
Untuk itu Febri menekankan, menjadi pegawai KPK bukanlah hanya soal status, tetapi arena perjuangan memberantas korupsi. Namun kata Febri, kondisi politik dan hukum bagi KPK telah berubah. Terutama setelah disahkannya UU KPK hasil revisi.
"Ya orang-orang idealis ketika niatnya di KPK itu hanya sarana perjuangan bukan sekadar mencari makan, bukan sekadar mencari gaji, ya maka pasti tidak nyaman," kata Boyamin.
Boyamin lantas memprediksi sosok-sosok idealis yang tersisa di KPK, seperti penyidik senior Novel Baswedan dan Ketua Wadah Pegawai (WP) Yudi Purnomo dalam waktu segera juga akan mengikuti jejak Febri.
"Pasti orang-orang idealis itu keluar semua, karena lembaga ini (KPK) enggak ada bedanya dengan lembaga yang lain. Tak ada istimewanya. Saya yakin orang-orang yang punya kredibilitas, punya talenta, punya integritas itu pasti akan ngomong perjuangan daripada gaji," kata Boyamin.
Diketahui, Posisi-posisi strategis di KPK yang kini didominasi para perwira Korps Bhayangkara. Hal itu dinilai Boyamin juga menjadi pemicu puluhan pegawai memutuskan hengkang dari KPK.
"(KPK didominasi anggota Polri) bagian dari tidak nyamannya Febri juga," imbuhnya.
