Momen Najwa Shihab Sindir Puan: Saya Tidak Akan Matikan Mic Anda

Najwa Shihab.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Presenter Najwa Shihab sempat menengahi debat panas antara Ketua Badan Legislasi DPR, Supratman Andi Agtas dengan Direktur Eksekutif Lokatara, Haris Azhar, dalam acara 'Mata Najwa' dengan tema 'Mereka-Reka Cipta Kerja' yang disiarkan Rabu malam, di salah satu stasiun televisi swasta.

img_title DPR Resmi Tetapkan 9 Anggota KPI Pusat Periode 2026-2029, Ini Daftar Nama yang Lolos

Najwa yang memandu acara tersebut beberapa kali berusaha menengahi jalannya dialog yang cukup panas antara kedua tokoh tersebut. Keduanya saling sanggah dan menyahuti satu sama lain, sehingga terdengar gaduh dan sulit ditangkap substansinya.

Sampai pada satu momen, Najwa meminta keduanya untuk tenang dan berhenti tidak saling berkomentar. Namun, Najwa tak bermaksud melarang keduanya untuk berbicara. 

img_title Puan Maharani Soroti Ledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Minta Sekolah Bebas dari Perundungan

"Bang Supratman, Bang Haris Azhar, saya minta untuk tenang dulu, saya tidak akan mematikan mic anda berdua, karena anda berdua berhak untuk ngomong, karena saya juga mengundang Anda," kata Najwa dalam cuplikan acara Mata Najwa dengan tema 'Mereka-Reka Cipta Kerja' yang dikutip VoxPop di akun Youtube Najwa Shihab, Kamis, 8 Oktober 2020.

Baca: Dipolisikan, Najwa Shihab Jelaskan Alasan Wawancara Kursi Kosong

img_title Puan Hormati Putusan MK soal Pilkada Langsung, DPR Segera Tindak Lanjuti

Perdebatan itu bermula ketika Ketua Badan Legislasi Supratman Andi Agtas mengklaim UU Cipta Kerja dibahas secara terbuka dan dengan konsultasi publik. "Belum pernah terjadi (sebelumnya), sebuah RUU dibahas dari awal sampai akhir yang bisa diakses oleh publik," ujar Supratman.

Namun Direktur Eksekutif Lokararu Haris Azhar menganggap hanya sekadar menyiarkan rapat lewat TV Parlemen bukanlah bentuk transparansi dan pelibatan publik.

"TV Parlemen bukan alat untuk menguji. Naskah akademisnya mana? Konsultasi publiknya mana? Konsultasi tematik yang sektoral, yang terkait profesi-profesi tertentu itu ke mana? Itu yang enggak ada. Orang minta dokumen enggak dikasih," kata Haris Azhar.

"Kalau dia hanya bicara untuk kepentingan parlemennya, partainya dia, atau gengnya dia, ya silakan saja. UU ini enggak berlaku buat dirinya, tapi untuk 260 juta lebih orang yang ada di Indonesia," lanjutnya.

Dari situ perdebatan panas dimulai. Supratman menganggap apa yang dilakukan DPR tidak ada yang pernah benar di mata Haris Azhar. "Apa yang kita lakukan tidak pernah benar," kata politikus Gerindra itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut