Fadli Zon: Jokowi Harus Bangun Rekonsiliasi, Bukan Diskriminasi

Wakil Ketua Umum partai Gerindra, Fadli Zon.
Sumber :
  • VoxPop.co.id/ Fajar Ginanjar Mukti

VoxPop – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengkritik satu tahun pemerintahan Jokowo-Ma’ruf Amin. Menurutnya, sudah setahun era Jokowi-Ma’ruf, beban rakyat dan negara kian berat.

img_title Fadli Zon Dapat Gelar Kehormatan adat Muna Sangia Tilano Lia Metaduno, Ini Maknanya

“Tahun lalu, Presiden @jokowi mengatakan bahwa ia tak punya beban apa pun di periode kedua pemerintahannya. Sayangnya yang merasa tak punya beban sepertinya hanya presiden. Sementara, rakyat dan negara bebannya justru kian bertambah,” tulis Fadli di akun twitter @fadlizon yang dikutip VoxPop, Rabu 21 Oktober 2020.

Bagi dia, tak heran bila beberapa lembaga survei melansir data mayoritas rakyat tidak puas dengan kinerja Jokowi-Ma’ruf. Dan mengungkap ketidakpuasan tertinggi adalah di bidang hukum dan ekonomi.

img_title India Siap Revitalisasi Candi Prambanan, Fadli Zon Ungkap Alasannya

“Ironisnya pemerintah terkesan menggunakan pandemi justru sebagai momen menolong para taipan dan pengusaha, bukan menolong rakyat kecil,” ujar Fadli.

Baca juga: Fadli Zon Sebut 4 Beban Berat Selama Jokowi Menjabat, Apa Saja?

img_title Fadli Zon Pastikan Bangunan Baru di Kompleks Istana Kepresidenan Tak Langgar Aturan

Menurut mantan Wakil Ketua DPR itu, di periode kedua masa pemerintahannya, Jokowi seharusnya terus berupaya melakukan rekonsiliasi, bukan malah mempertajam diskriminasi.

“Alih alih menciptakan kepastian dan stabilitas, omnibus law sudah terbukti hanya akan melahirkan konflik dan instabilitas saja. Dampak kerusakannya sangat besar sekali.  Bahkan sejumlah pihak menganjurkan pembangkangan sipil,” ungkapnya.

“Sebab undang-undang itu telah banyak sekali membuka front konflik. Sementara, investor yang sesungguhnya biasanya tak suka konflik. Mereka butuh stabilitas dan kepastian hukum,” lanjut Fadli Zon. (ren)

Presiden RI Prabowo Subianto

Direktur FBI Temui Prabowo di Kertanegara, Bawa Pulang Artefak Budaya Indonesia yang Diselundupkan ke AS

Direktur FBI Kash Patel bertemu dengan Presiden Prabowo di Kertanegara dan menyerahkan artefak budaya Indonesia hasil repatriasi dari Amerika Serikat.

img_title
VoxPop.co.id
23 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut