Kampus UNS Solo Lockdown usai Dosen dan Staf Meninggal akibat COVID-19

Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo, Jawa Tengah.
Sumber :
  • VoxPop/Fajar Sodiq

VoxPop – Dosen dan pegawai di Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo, Jawa Tengah, meninggal dunia setelah terinfeksi COVID-19. Pihak rektorat akhirnya mengambil kebijakan untuk menutup alias lockdown kompleks kampus UNS.

img_title Kaesang Mau Nyaleg dari Dapil Puan Maharani di Pemilu 2029, Ini Kata Ganjar

Rektor UNS, Jamal Wiwoho, mengatakan dosen yang meninggal merupakan pengajar pada Fakultas Hukum, Prasetyo Hadi Purwandoko. Ia meninggal di Rumah Sakit UNS pada Senin dini hari, 20 Oktober 2020.

Sedangkan pegawai yang meninggal pada hari Selasa, 21 Oktober 2020, merupakan Kepala Sub-bagian Umum dan Keuangan Lembaga Penelitian Pengabdian dan Masyarakat UNS, Karyono.

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Baca: Satgas Ingatkan Dampak Berlibur Bisa Picu Kasus Positif

Menurut Jamal, Karyono sebelumnya sempat melakukan kontak erat dengan Prasetyo. Pasalnya, mereka berdua menghadiri acara bersama di Bali. "Kebetulan dia ada acara di Ubud, Bali, sama beliau Pak Pras. Tinggal jadi satu," ujarnya.

img_title Penjelasan Kejati Jateng Soal Heboh Isu OTT dan Pemeriksaan Pengelola SPPG

Jamal mengakui harus bertindak cepat dengan menutup sementara lingkungan kampus UNS demi menghindari penularan yang lebih luas. Bahkan, hari ini aturan untuk menutup kampus tersebut sudah dibuat.

Selama penutupan itu, otoritas kampus akan melakukan sterilisasi sejumlah gedung dengan penyemprotan disinfektan. Gedung-gedung yang disterilkan itu, di antaranya, Fakultas Hukum, LPPM, dan kantor pusat UNS

"Ya, gedung-gedung yang pernah didatangi dan berhubungan Pak Pras dan Pak Karyono, ke mana saja ruangannya disinggahi atau ditempati beliau. Semuanya akan disemprot disinfektan," kata Rektor UNS. (ren) 

Bupati Pati Sudewo Ditahan KPK

Rapor Merah KPK untuk Jawa Tengah: 5 Bupati Ditangkap karena Korupsi Sejak Awal 2026

Setidaknya sejak awal tahun 2026, sudah ada enam Bupati di Jawa Tengah (Jateng) yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) karena terlibat dalam kasus korupsi

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut