Jenderal Tito, Kapolri Termuda yang Dimusuhi Teroris

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

Bukan cuma itu, Tito juga pernah memimpin sebuah tim khusus kepolisian yang berhasil membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin M Top. Atas prestasi ini, pangkat Tito kembali dinaikkan menjadi Brigadir Jenderal Polisi dan diangkat sebagai Kepala Densus 88 Anti-Teror Mabes Polri.

img_title Soroti Pemborosan Anggaran, Mendagri Tito Ingatkan Kepala Daerah: Jangan Mau Dibohongi Bawahan!

Dari sini, Tito kariernya terus menanjak hingga ditugaskan sebagai Kapolda Papua oleh Kapolri Jenderal Timur Pradopo pada 3 September 2012, menggantikan Irjen Bigman Lumban Tobing. Namun, secara resmi baru aktif pada 27 September 2012.

Setelah dari Kapolda Papua, ia dirotasi dan dilantik sebagai Asrena (Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran) di Ruptama Polri pada 16 Juli 2014. Ia menggantikan Irjen Pol Sulistyo Ishak, yang purna tugas. 

Selanjutnya, Tito ditugasi oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti untuk menggantikan Irjen Unggung Cahyono sebagai Kapolda Metro Jaya, berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1242/VI/2015.

Saat menjadi Kapolda Metro Jaya, Tito membuat gebrakan dengan meminta jajaran untuk blusukan mengurai kemacetan setiap Senin pagi, dibandingkan melakukan Apel Pagi.

img_title Kelakar Jokowi Saat Safari Politik di NTT: Kalau Butuh Bantuan Bisa ke Solo

Tak kalah heboh, Tito dihadapi kasus besar yaitu teror bom dan penembakan di pusat perbelanjaan Sarinah pada Januari 2016. Beruntung, Tito punya pengalaman yang mendalam soal terorisme sehingga kurang dari 5 jam Ibu Kota sudah kembali dikuasai dan kondusif serta 7 tersangka tertangkap.

Pada 14 Maret 2016, dia diangkat menjadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggantikan Komjen Saud Usman Nasution yang memasuki masa pensiun, sesuai surat telegram nomor ST/604/III/2016 tanggal 14 Maret 2016.

Tentu, Tito memulai kariernya hingga bisa menjadi Kapolri itu merintis dari bawah dan selalu strategis jabatan yang diembannya. Kebanyakan, ia bertugas di bidang reserse kriminal maupun terorisme.

Awalnya, ia menjabat sebagai Pamapta Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1987), Kanit Jatanras Reserse Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1987–1991), Wakapolsek Metro Senen Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1991–1992).

img_title Jokowi ke Kader PSI: Percuma Punya Struktur Partai Tapi Cuma Formalitas

Kemudian Wakapolsek Metro Sawah Besar Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya, Sespri Kapolda Metro Jaya (1996), Kapolsek Metro Cempaka Putih Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1996–1997) hingga Sespri Kapolri (1997–1999) dan banyak lagi jabatan yang diembannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut