Jenderal Tito, Kapolri Termuda yang Dimusuhi Teroris

Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.

VoxPop – Jenderal purnawirawan Tito Karnavian adalah mantan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) sejak 13 Juli 2016 hingga Oktober 2019. Tito menjadi Kapolri dengan angkatan kelulusan Akpol paling muda yang menjadi pimpinan kepolisian. Padahal, saat itu masih ada jenderal senior yang bisa menjabat sebagai Tri Brata (TB) 1. Tito diketahui melompati empat angkatan di atasnya.

img_title Puji Bahlil, Prabowo: Bisa Bikin Pak Jokowi Ketawa, Padahal Orang Solo Itu Kalem

Karier Tito terbilang moncer selama era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kini, ia dipercaya menjadi Menteri Dalam Negeri periode 2019-2024.

Tito, pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan pada 26 Oktober 1964 ini seorang perwira tinggi Polri yang memiliki prestasi bagus. Terbukti, ia meraih berbagai bintang penghargaan dan menorehkan prestasi selama berkarier di Korps Bhayangkara.

img_title Polda Metro Siap Hadir di Praperadilan Keempat Roy Suryo Terkait Status Cekal

Ia adalah penerima bintang Adhi Makayasa sebagai lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) terbaik tahun 1987. Selain itu, Tito juga terkenal penumpas terorisme di Indonesia. Bahkan, ia memimpin langsung saat melumpuhkan teroris Dr. Azhari di Batu, Malang, Jawa Timur pada tahun 2005.

Keterlibatannya dalam memberantas teroris tak diragukan lagi, bahkan Tito sangat paham seluk beluk untuk memerangi kelompok terorisme. Hingga akhirnya, ia sering menjadi pembicara terkait kejahatan terorisme sampai kancah internasional.

Di antaranya penugasan di Hawaii (Asian Crimes Conference) (2004), Hawaii (PASOC Conference on Terrorism) (2007), Radicalisation course in Sydney (2010), Seminar on Terrorism, Canberra and Sydney (2010), Seminar on Terrorism di Canberra and Sydney (2011-2012).

Kemudian acara anti Terrorism Course, info sharing with Singapore Police, Force Conference (2005). Lalu, investigation into terrorism case di Phillippinee (2005), acara 2nd Istanbul Conference on Terrorism and Global Security (2007), serta Speakers on Terrorism and Political Conflicts in Phnom Penh di Cambodia (2009).

Bukan cuma diakui kecerdasannya oleh negara lain, Tito juga menorehkan prestasi dalam mencegah dan menumpas kelompok terorisme di Indonesia. Tercatat, ia terlibat dalam mengungkap kasus menonjol teroris. Antara lain bom Kedubes Filipina (2000), bom malam Natal (2000), bom Bursa Efek Jakarta (2001), bom Plaza Atrium Senen (2001), bom Makassar (2002), bom JW Marriott (2003), bom Kedubes Australia (2004) dan bom Bali II (2005).

Kemudian kasus mutilasi 3 siswi di Poso (2006), bom Pasar Tentena (2005), bom Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott (2009), bom bunuh diri Polres Cirebon (2011), bom Sarinah Thamrin (2016) dan Operasi Tinombala (2016–sekarang).

Saat melumpuhkan teroris Dr. Azhari di Batu, Jawa Timur pada 9 November 2005, Tito masih berpangkat AKBP (Ajun Komisaris Besar Polisi), tapi dipercaya memimpin tim Densus 88 untuk melumpuhkan teroris.

Atas prestasinya, Tito diberi penghargaan dari Kapolri Jenderal Sutanto pada saat itu bersama para kompatriotnya seperti Kapolri (sekarang) Jenderal Idham Azis, Saiful Maltha, Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose, Kaba Intelkam Polri Komjen Rycko Amelza Dahniel dan lainnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Mendagri Tito Sebut Kerusakan Bencana Sumatera Pada 2025 Jadi yang Terluas Sejak Indonesia Merdeka
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut