Irjen Iqbal Wujudkan Impian Kaum Disabilitas di NTB
- Istimewa
- Istimewa
Asim mengaku awalnya ragu akan niat Irjen Mohammad Iqbal. Asim menilai urusan kaum disabilitas bukanlah tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan dinas sosial.
"Sebelumnya kita tidak tahu sebenarnya. Sebagai aparat penegak hukum, beliau ramah tapi saya beranggapan 'Ini kan bukan tugas polisi'. Jadi ya nggak percaya aja tadinya, ya sudah deh," ucap Asim.
"Jujur PPDI NTB tak berharap. Makanya kita kaget dan enggak percaya kalau kami dibangunkan sebuah kantor baru yang sangat layak," sambung dia.
Asim kemudian menerangkan awalnya dia dan kawan-kawannya memang kagum dengan sosok Irjen Mohammad Iqbal lantaran tak canggung berinteraksi dengan kaum disabilitas. Bagi PPDI NTB, bertemu pejabat tinggi sekelas provinsi saja suatu hal yang sulit, apalagi bisa berbagi cerita dan bertukar pikiran.
"Kesan berbeda saat bertemu beliau, pribadi yang luar biasa. Langsung ajak ngobrol teman-teman, tidak canggung. Coba kalau tidak ada COVID, saya yakin semua paling akan memeluk beliau. Kan banyak dari temen-teman yang jarang ketemu orang pejabat tinggi, apalagi diajak bicara," ungkap Asim.
"Kan kita disabilitas itu, mohon maaf, kita marginal, kita mohon maaf. Jangankan dipeluk, dihampiri saja susah," imbuh pria 52 tahun asal Lombok Barat ini.
Asim mengatakan dalam pertemuan kedua, Irjen Mohammad Iqbal mengundang kaum disabilitas untuk berkunjung ke rumah dinas jabatan Kapolda NTB dan makan bersama. Asim mengaku tak ada yang pernah mengundang dirinya dan kawan-kawan seperti itu.
"Beliau baru dua kali ketemu, pertama dan kedua. Bahkan kita diundang untuk makan ke rumah dinas beliau. Kita enggak ngerti jiwanya. Kita enggak bisa gambarkan 'kok bisa'," tutur Asim.
Dia berharap kaum disabilitas di provinsi lainnya mendapatkan perlakuan yang sama seperti yang dia dan kawan-kawannya rasakan saat ini. Menurut Asim, baru PPDI NTB yang memiliki gedung pengurus lengkap dengan peralatan kerja.
"Mendapat perlakuan yang sama kantor sendiri. Soalnya baru NTB yang punya gedung sendiri lengkap dengan peralatannya," katanya.
- Istimewa
Kantor PPDI NTB terletak Dusun Perempung, Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat. Gedung PPDI NTB diresmikan langsung oleh Irjen Mohammad Iqbal dan disaksikan Kepala Dinas Sosial NTB serta Komisaris Relawan Gempa pada hari ini.
