Eks Jubir KPK Sebut Novel Cs Bakal Diserang Isu Taliban Lagi

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

VoxPop – Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah khawatir Penyidik KPK Novel Baswedan akan kembali menjadi sasaran elite dengan isu ‘Taliban’. Sebab, KPK saat ini lagi mengusut kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) COVID-19.

img_title Kejari Periksa 50 Saksi Dugaan Korupsi Bansos Pokir DPRD Mataram Senilai Rp6 Miliar

“Dugaan saya, setelah ini Novel @nazaqistsha dkk akan diserang. Ya, menggunakan isu ‘Taliban’ di KPK itu. Masih laku ‘jualan’ isu Taliban di KPK?,” kata Febri dikutip dari Twitter pada Sabtu, 23 Januari 2021.

Awalnya, Febri iseng-iseng melihat mention di media sosial terkait isu Taliban dengan video tahun 2019 sebelum demo mahasiswa akan dimunculin lagi. Momennya, kata dia, berbarengan dengan mulai menghangatnya penanganan kasus dugaan korupsi Bansos COVID-19.

img_title Kakak Hary Tanoe Dicegah ke Luar Negeri Buntut Kasus Korupsi Bansos

“Dan mungkin dikaitkan dengan penyidik-penyidik yang sedang menangani kasus-kasus korupsi besar. Misal, kasus korupsi benur ataupun korupsi Bansos Covid-19 yang sedang ditangani KPK. Kita liat ntar ya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Febri berharap Pimpinan KPK bisa membuktikan keseriusan mereka dalam mengusut tuntas kasus dugaan korupsi terkait dana bantuan sosial COVID-19 dan izin ekspor benih bening lobster atau benur yang dilakukan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

img_title KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Penyaluran Bansos, 2 Korporasi

“Kita doakan dan jaga bersama teman Pegawai KPK yang sedang bersungguh-sungguh berjuang menangani kasus-kasus besar saat ini. Semoga kasus korupsi benur dan suap Bansos COVID-19 bisa diungkap seterang-terangnya. Tantangan mereka pasti tidak mudah,” jelas dia.

Seperti diketahui, KPK menetapkan mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara menjadi tersangka kasus program bantuan sosial penanganan COVID-19 untuk Jabodetabek tahun 2020.

Mensos diduga menerima fee dari setiap paket pekerjaan bansos COVID-19 yang nantinya akan diserahkan kepada masyarakat di masa pandemi ini. Diduga, menteri asal PDI Perjuangan itu menerima total fee Rp17 miliar.

Dalam perkara ini lima orang telah dijerat sebagai tersangka. Untuk Mensos Juliari dan dua pejabat pembuat komitmen Kemensos, Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono diduga sebagai pihak menerima suap. Sementara tersangka pemberi, Ardian, dan Harry selaku pihak swasta.

Novel Baswedan

Novel Baswedan Sebut Perkara Pertamina Tak Ada Mens Rea: Minta KY dan Bawas MA Periksa Laporan Kerry

Novel Baswedan menanggapi langkah Kerry Riza melaporkan empat hakim Pengadilan Tipikor Jakarta ke Komisi Yudisial (KY) dan Badan Pengawas Mahkamah Agung (MA).

img_title
VoxPop.co.id
7 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut