Diisukan Meninggal Usai Vaksinasi, Ini Kata Keluarga Dokter Zamhari
- VoxPop/Sadam Maulana
“Kekurangan oksigen di tubuh korban sangat memungkinkan kena serangan jantung. Karena tiga bulan sebelumnya korban sempat nyeri dada,” jelas Supriadi.
Supriadi menyebut, korban memang divaksin sehari sebelum ditemukan meninggal dunia di dalam mobil. Namun, hal itu tidak ada kaitannya dengan vaksinasi COVID-19.
“Kalau vaksinansi dampaknya hanya satu dan dua jam saja. Sedangkan korban kita temukan sudah lebih dari 24 jam. Korban meninggal bukan karena dampak vaksinasi,” tegasnya.
Sebelumnya, Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Palembang, Yudhi Setiawan, membenarkan, almarhum sempat menjalani vaksinasi satu hari sebelum meninggal dunia.
Kendati demikian, dia menegaskan jika bukan itu penyebabnya. Zamhari meninggal dunia bukan karena dampak dari vaksin COVID-19, melainkan karena sakit jantung yang dideritanya.
Hal ini diketahui, setelah jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang. Hasil visum yang dilakukan menunjukkan bahwa korban meninggal dunia karena kekurangan oksigen akibat serangan jantung.
“Kami tegaskan bahwa kematian almarhum tidak ada hubungannya dengan vaksinasi yang sudah dilakukan. Dari tanda-tanda di tubuhnya, beliau meninggal karena kekurangan oksigen akibat ada penyakit jantung. Hal ini juga sudah dipastikan berdasarkan hasil pemeriksaan forensik,” tegasnya.
Atas kejadian ini, Yudhi mengimbau kepada masyarakat, terutama tenaga kesehatan, supaya tidak takut untuk menjalani suntik vaksin COVID-19. Dikatakannya, vaksinasi merupakan salah satu cara yang ditempuh untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona, selain tentunya tetap patuh dengan protokol kesehatan.
“Vaksin yang diberikan juga sudah melewati berbagai uji dan hasilnya bagus semua. Maka kita mengimbau supaya jangan takut divaksin. Keamanannya sudah dijamin,” ujarnya.
