Polda Kalbar Masih Tahan 3 Terduga Teroris yang Ditangkap Densus

Kabid Hubungan Masyarakat Polda Daerah Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go.
Sumber :
  • VoxPop/Ngadri

VoxPop – Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri bersama Polda Kalbar secara serentak pertengahan Februari 2021 melakukan penangkapan terhadap tiga orang terduga teroris berinisial RE, M dan MR di wilayah Kota Pontianak, Singkawang dan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

img_title UU Hukuman Mati Teroris Mulai Berlaku di Israel

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Daerah Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go, mengatakan, tiga orang terduga teroris berinisial RE, M dan MR yang telah diamankan pertengahan Februari 2021 saat ini masih dilakukan penahanan di Mapolda Kalbar untuk proses hukum lebih lanjut.

"Tiga orang terduga teroris ini masih kita tahan untuk proses hukum lebih lanjut. Dan satu orang saksi yang merupakan satu dari istri terduga teroris sudah kami pulangkan ke Sekadau,"ujar Donny kepada VoxPop pada Kamis, 4 Maret 2021.

img_title Nadiem Heran Tuntutannya Lebih Besar Dari Pembunuh dan Teroris: Mungkin Sudah Jelas Saya Tak Bersalah

Donny mengatakan, saat penggerebekan dan penggeledahan di rumah ketiga terduga teroris kemarin, Densus mengamankan barang bukti berupa alat elektronik dan barang untuk latihan secara pribadi untuk meningkatkan teror. 

"Tiga orang terduga teroris ini secara pribadi latihan meningkatkan teror. Dan aktivitasnya dipantau oleh Densus. Karena khawatir membahayakan maka dilakukan penindakan. Dan mereka diduga terafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD)," ujarnya.

img_title Serangan Teroris di Pakistan, 15 Polisi Tewas

Lebih lanjut, kata Donny, sesuai UU Teroris yang baru Nomor 5 Tahun 2018 bahwa orang yang sudah tergabung dalam korporasi atau terafiliasi dalam kelompok terduga teroris sudah bisa diproses. 

"Apalagi kalau sudah terbukti pernah melakukan aksi-aksi sejak dini, itu merupakan alasan kuat untuk memprosesnya," tegas Donny.

Mendagri Tito Karnavian.

Mendagri Tito Dorong Penguatan Penggunaan Soft Approach dalam Mencegah Ekstremisme dan Terorisme

Mendagri Muhammad Tito Karnavian mendorong penguatan penerapan strategi soft approach dalam mencegah penyebaran ekstremisme berbasis kekerasan dan terorisme di Indonesi.

img_title
VoxPop.co.id
18 Mei 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut