Virtual Police Dinilai Efektif Beri Edukasi ke Masyarakat

Ilustrasi media sosial.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono, menyebut kehadiran virtual police atau polisi dunia maya sangat efektif memberikan edukasi kepada masyarakat pengguna media sosial. Menurut dia, polisi dunia maya ini mengingatkan warga agar tidak tersangkut tindak pidana ketika bermain media sosial.

img_title Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks dan Provokasi, 8 Orang Jadi Tersangka

“Kalau ada indikasi melanggar pidana, kita edukasi dulu, kita kasih tahu karena seperti ini tulisannya itu tidak boleh melanggar hukum. Dengan adanya teknologi informasi kemudian kita menggunakan media sosial. Jadi dia tahu atau paham rambu-rambunya,” kata Argo pada Selasa, 18 Mei 2021.

Sejak terbentuknya virtual police kurun waktu 23 Februari sampai 10 Mei 2021, Argo mengatakan sudah ada 476 konten yang diberikan peringatan. Dari 476 konten itu, kata dia, ada 332 konten yang mengandung unsur SARA, 100 konten tidak memenuhi ujaran kebencian sehingga tidak dikirim peringatan oleh virtual police.

img_title Bukan Setir yang Dibajak, Ancaman Terbesar Mobil Modern Ternyata Ini

“Untuk periode ini, konten yang mendominasi adalah platform Facebook ada 228 konten dan Twitter ada 224 konten,” ujarnya.

Baca juga: Polri: Virtual Police Tak Masuk Ranah Pribadi Seperti WhatsApp

img_title Sekolah Terpencil Mulai Masuk Era Digital, Internet dan Panel Surya Jadi Andalan

Ia mengatakan pemberian edukasi juga dilakukan melalui Siber TV, yakni kanal informasi yang disajikan kepolisian didukung beberapa tokoh masyarakat, tokoh agama, public figure baik menggunakan platform Youtube, Instagram, Facebook, Twitter maupun podcast.

“Itu bagian dari preventif yang dilakukan kepolisian, daripada nanti langsung represif tapi kita preventif dulu sehingga masyarakat sadar. Rata-rata jumlahnya masyarakat paham, karena kita apa yang mereka upload itu ada ahli yang menilai. Ahli dari bahasa, pidana dan ITE. Jadi, kita berikan informasi dan edukasi. Ternyata, banyak yang paham akhirnya menghapus dan sebagainya,” kata dia.

Satgas Pasti.

Diduga Lakukan Penipuan, Satgas PASTI Blokir Aplikasi Snapboost

Satgas PASTI menghentikan operasi aplikasi Snapboost, yang menjanjikan para penggunanya mendapatkan penghasilan melalui like dan share konten di berbagai platform medsos.

img_title
VoxPop.co.id
28 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut