Sekolah Terpencil Mulai Masuk Era Digital, Internet dan Panel Surya Jadi Andalan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti (tengah)
Sumber :
  • FMB9

Jakarta, VoxPop – Transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya dilakukan dengan menghadirkan perangkat pembelajaran modern. Pemerintah juga berupaya memastikan sekolah-sekolah di daerah terpencil memiliki akses terhadap infrastruktur dasar, seperti internet dan pasokan listrik, agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses belajar mengajar.

img_title 1,12 Juta Pengguna Penyeberangan ASDP Nikmati Stimulus Pemerintah saat Libur Sekolah

Upaya tersebut menjadi bagian dari Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang dijalankan pemerintah. Selain memperbaiki kondisi fisik sekolah, program ini juga diarahkan untuk mempercepat digitalisasi pendidikan, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur.

Melalui program tersebut, pemerintah menyalurkan berbagai perangkat pendukung pembelajaran digital, seperti Interactive Flat Panel (IFP) dan laptop. Di sisi lain, guru juga mendapatkan pelatihan agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari kegiatan belajar di kelas.

img_title Sudaryono: Sekolah di Grobogan Sudah Rusak Sebelum Ada MBG

Salah satu tantangan utama yang dihadapi sekolah di daerah terpencil adalah belum meratanya akses internet dan listrik. Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah turut menyediakan jaringan internet bagi sekolah yang belum terhubung, sementara sekolah yang belum menikmati aliran listrik dibantu melalui penyediaan panel tenaga surya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan digitalisasi sekolah tidak hanya berfokus pada penyediaan perangkat, tetapi juga memastikan seluruh ekosistem pendukungnya tersedia sehingga teknologi benar-benar dapat dimanfaatkan oleh guru dan peserta didik.

img_title Label Sekolah Internasional di Indonesia Dipersoalkan, Effendi Gazali Minta Pemerintah Bertindak

"Gurunya kami latih, sekolah yang belum memiliki internet kami bantu internetnya, yang belum memiliki listrik kami bantu dengan panel tenaga surya. Jadi semuanya sudah dipersiapkan agar benar-benar dimanfaatkan untuk pembelajaran," ujarnya, dikutip Jumat 17 Juli 2026.

Menurut pemerintah, berbagai langkah tersebut telah menunjukkan hasil positif berdasarkan pemantauan di sejumlah daerah, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Nias Utara. Pemanfaatan teknologi pembelajaran disebut mampu meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus mendukung kualitas proses belajar mengajar di kelas.

Program revitalisasi juga tetap menempatkan sekolah di wilayah terdampak bencana, kawasan 3T, dan sekolah dengan tingkat kerusakan berat sebagai prioritas. Melalui kombinasi pembangunan infrastruktur fisik dan digitalisasi, pemerintah berharap kualitas pendidikan dapat meningkat secara lebih merata di berbagai daerah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut