Kronologi Guru TK Terlilit 24 Pinjol hingga Dilunasi Pemkot
- VoxPop/Lucky Aditya (Malang)
VoxPop – Seorang guru Taman Kanak-kanak (TK), Mawar (nama samaran) warga Sukun, Kota Malang nyaris bunuh diri karena frustasi dengan teror tagihan utang yang dia pinjam dari pinjaman online (pinjol). Setiap hari di diteror oleh debt collector pinjaman online. Mawar mengaku memiliki utang Rp35 juta dari 24 pinjol.
"Saya pun berpikir sampai ingin bunuh diri. Tapi kasihan anak saya masih umur lima tahun," kata Mawar sambil menangis.
Kronologisnya, Mawar terlilit utang karena tuntutan dari lembaga pendidikan tempat dia bekerja. Guru TK diwajibkan berijazah Strata 1 (S1), karena ijazahnya Diploma 2 (D2) maka dia ingin melanjutkan pendidikan S1 agar tetap mengajar sebagai guru TK yang telah diabdi selama 13 tahun.
"Tahun kemarin itu dituntut guru harus S1 dan saya masih D2. Terus saya gajinya itu cuma Rp400 ribu nah biayanya per semester itu Rp2,5 juta. Saya mikir apa bisa? Akhirnya dikenalkan sama teman pinjaman online itu. Saya tergiur karena syaratnya mudah cukup memberikan foto KTP dan memberikan informasi identitas diri," ujar Mawar.
Ibu ini awalnya meminjam ke 5 perusahaan pinjaman online. Alasannya karena masing-masing perusahaan membatasi limit pinjaman Rp500 ribu hingga Rp600 ribu saja. Keputusan ini membuat dirinya terlilit utang hingga ke 24 perusahaan pinjaman online. Sebab, satu pinjaman online bunganya nyaris 100 persen dari total pinjaman pun dengan tempo pembayaran yang hanya 5 hari saja.
"Karena limitnya kan tidak banyak kalau awal jadi pinjam ke 5 (perusahaan) langsung. Jadi saya itu pinjam Rp600 ribu tapi saya suruh bayar Rp1,2 juta. 100 persen bunganya tapi karena kepepet saya iya saja. Temponya, awalnya tujuh hari. Tapi tidak sampai tujuh hari, lima hari saja sudah langsung ditagih saya diteror (debt collector)," tutur Mawar.
- VoxPop/Lucky Aditya (Malang)
Penyebab dirinya terlilit utang hingga 24 perusahaan pinjaman online karena pinjam dari perusahaan lain untuk membayar perusahaan lain. Dia panik, karena teror debt collector dianggap kejam. Handphone miliknya terus berdering sedari pagi hingga malam.
Sesekali mengangkat telepon, justru ancaman yang dia terima. Mulai dari pembunuhan, digorok lehernya, hingga disuruh menjual diri demi membayar utang kepada perusahaan pinjaman online. Utang dan ancaman debt collector membuat dirinya semakin kalut dan terjerumuslah pada 24 perusahaan pinjaman online.
