Pemkot Malang Jamin Guru TK Korban Utang Pinjol Tetap Mengajar

Wali Kota Malang, Sutiaji bertemu dengan Mawar, guru TK yang terjerat pinjol
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Lucky Aditya

VoxPop – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang menjamin Mawar (nama samaran) seorang guru Taman Kanak-kanak (TK), warga Sukun, yang terjerat utang pinjaman online atau pinjol akan tetap mengajar. Meski Mawar sebelumnya sudah di pecat oleh lembaga pendidikan tempatnya bekerja. 

img_title Bisa Ketahuan! Begini Cara Cek Apakah Anda Tercatat Punya Pinjaman Online

Singkatnya, kasus ini bermula dari Mawar yang melakukan pinjaman online pada 5 perusahaan dengan nominal Rp2,5 juta. Uang itu katanya digunakan untuk biaya pendidikan Strata 1 (S1) sebagai syarat mengajar di lembaga pendidikan ini karena ijazahnya barulah Diploma (2). 

Dia tidak bisa membayar. Teror tagihan dari debt collector pun dia terima. Ancaman, hinaan, makian dia terima hingga dirinya malu kepada keluarga, dan saudara-saudaranya. 

img_title OJK Ungkap Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp102 Triliun, Tumbuh 26 Persen dalam Setahun

Tidak menemukan solusi dia justru pinjam ke perusahaan lain hingga total 24 perusahaan pinjaman online dengan nominal utang Rp35 juta. 

Pengakuannya, utang menumpuk untuk membayar utang sebelumnya. Karena bunganya cukup besar hampir 100 persen. Masalah ini lalu diketahui oleh lembaga pendidikan tempat dia bekerja. Dia pun dipecat sebagai guru TK meski sudah mengabdi 13 tahun. 

img_title Bos KoinWorks Ditahan Kejaksaan, OJK Langsung Panggil Pemegang Saham dan Awasi Ketat Operasional Perusahaan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana mengaku sudah mendapat penjelasan detail tentang pemecatan yang dialami Mawar karena terjerat pinjaman online. Setelah seluruh utang Mawar dibayar oleh Wali Kota Malang, Sutiaji dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang. Dinas pendidikan akan mencarikan sekolah baru. 

"Saya sudah bertemu dan berbicara baik dengan Mawar maupun dengan sekolah tempat dia bekerja. Intinya saya sudah mendapatkan penjelasan. Langkah yang kami ambil biarkan dia tenang dulu sampai utangnya lunas. Kan sudah dibayar Wali Kota dan Baznas," kata Suwarjana, Kamis, 20 Mei 2021. 

Suwarjana menyampaikan, di Kota Malang hanya ada 4 Taman Kanak-kanak yang berstatus negeri. Kuotanya sudah penuh untuk tenaga pendidik. Tetapi, dia menjamin bahwa Mawar akan tetap bekerja sebagai seorang guru. 

Dinas Pendidikan akan mencarikan tempat lembaga pendidikan swasta yang masih memiliki kuota untuk guru TK. 

"Kami jamin dia akan kembali bekerja sebagai guru TK. Kalau kuota guru TK negeri penuh akan kita carikan ke lembaga pendidikan lain yang swasta. Intinya dia tetap menjadi guru. Kan ibu ini tidak mau kembali ke lembaga pendidikan yang lama, ya kita carikan tempat baru," ujar Suwarjana.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut