Hendropriyono Bantah Lobi Jokowi Jadikan Andika Perkasa Panglima TNI

Hendropriyono
Sumber :
  • Anwar Sadat/VoxPop.co.id

VoxPop – Abdullah Mahmud Hendropriyono membantah telah ikut campur untuk mendorong menantunya KASAD Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI. Hendropriyono membantah pemberitaan Majalah Tempo yang menyebut dirinya telah melobi Presiden Jokowi, dalam satu kesempatan.

img_title Jokowi Optimistis PSI Melaju Kencang di 2029, Sebut Sudah Punya Hitung-hitungan

"Saya tidak bicara dan tidak pernah bicara tentang hal yang demikian itu. Saya tidak pernah begitu hina mau nyosor meminta-minta jabatan. Tidak untuk menantu, anak, apalagi untuk saya sendiri. Tidak pernah," kata Hendro dalam keterangannya, Senin 14 Jni 2021.

Hendro menjelaskan, pertemuannya dengan Presiden hanya berkaitan hari ulang tahunnya ke - 76. Tidak mungkin, kata dia, Presiden Jokowi datang ke rumahnya

img_title Disaksikan Ribuan Warga, Jokowi Dinobatkan Jadi Raja Timor di NTT

"Silaturahmi sebagai dua sahabat adalah hal yg biasa, karena pak Jokowi setelah menjadi Presiden tdk berubah sama sekali dengan sewaktu dulu sebagai rakyat biasa," ujarnya.

Hendropriyono juga menyayangkan Tempo yang mengambil sumber berita disebut dari 3 purnawirawan TNI. Mantan Kepala BIN itu bahkan menyebut, Tempo tengah mencari perhatian ke publik dengan berita - berita seperti ini.

img_title Bikin Kader PSI Tertawa, Jokowi: Jangan Dikit-dikit ke Solo

"Kredibilitasnya mereka apa? Kenapa tidak cross check kepada Pak Jokowi atau pihak istana yang jelas kredibel menyangkut pertemuan saya tersebut? Tidak perlu harus ngarang berita dan ngarang- ngarang sumber. Jika pers tesebut memang terpandang dan profesional," kata dia.

"Kalau mau mencuri perhatian publik untuk mningkatkan rate, jangan menyalahgunakan hak kebebasan pers. Melepas hoax seperti itu merupakan bentuk manipulasi terhadap hak-hak pers untuk membunuh karakter seseorang atau membuat orang jad mati perdata," sambungya.

Hendro juga mengeluh, kalaupun dirinya menggunakan hak jawab disampaikan, maka dengan kondisi banjirnya arus informasi saat ini, maka akan tenggelam dengan kabar sebelumnya yang kadung tersebar.

"Melayani dengan berpolemik di mana pun, punya implikasi menaikkan rate majalah atau portal media-nya, yang berarti membantu Tempo mencapai tujuan," ujar Hendro.
 

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Jokowi ke Kader PSI: Percuma Punya Struktur Partai Tapi Cuma Formalitas

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kader PSI agar tidak hanya membangun organisasi di atas kertas jika ingin meraih hasil maksimal di Pemilu 2029.

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut