Wakil Wali Kota Medan Sambangi Rakes, Pedagang yang Viral di Medsos
- Istimewa/VoxPop.co.id/Putra Nasution (Medan)
VoxPop – Rakes, pedagang warung kopi dan makanan, menjadi pusat perhatian warga dan netizen beberapa hari belakangan ini. Video Rakes yang menolak warungnya ditutup oleh petugas gabungan saat berlangsung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Medan, viral di media sosial.
Rakes memberi nama warungnya, Warkop DKI dan berjualan di Jalan Waru, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara. Aksi penolakan tempat usahanya, ternyata mendapat perhatian YouTubers Wak Kombur, yakni Wak Hendra dan Wak Budi alias Wak Obeng.
Video Rakes viral di media sosial, berawal Rabu malam, 14 Juli 2021. Petugas gabungan mendapati warungnya melayani konsumen makan dan minum di tempat. Saat dibubarkan oleh petugas, ia menolaknya. Dengan alasan, akan menambah omzet dagangannya yang terus anjlok.
Keesokan harinya, Kamis pagi, 15 Juli 2021, petugas kembali mendatangi warung usaha Rakes sebagai tempat mencari nafkah untuk itu. Lagi-lagi, ia menolak warkopnya ditutup dan sempat terjadi keributan antara dia dengan petugas Satpol PP Pemprov Sumut.
Dalam video viral itu, sempat berkembang isu bahwa Rakes menyiram petugas Satpol PP Pemprov Sumut dengan air panas. Namun, ia membantahnya dalam konten YouTube Wak Limbur.
"Kalau kita nyiram air panas anak saya cacat, binik saya cacat. Saya ada menyiram, tapi bukan air panas," ujar Rakes dikutip VoxPop dari akun YouTube Wak Limbur, Minggu, 18 Juli 2021.
Saat melakukan penyiraman itu, Rakes dihalangi oleh istri dan anaknya. Air tersebut, sempat mengenai badan keduanya. Karena, bukan air panas sehingga tidak mengalami luka.
"Kalau air panas anak binik saya pasti cacat. Tapi waktu itu saya ada menyiram tapi bukan dengan air panas," ucap Rakes kepada YouTubers asal Kota Medan itu.
Akibat perbuatannya, Rakes menjalani sidang cepat dan membayar denda sebesar Rp300 ribu terkait dengan melanggar peraturan PPKM Darurat. Kemudian, ia ditangkap Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan dan menjadi tersangka kasus dugaan melawan petugas.
Namun, ia mendapat jaminan dari keluarganya dan diperbolehkan pulang. Aksi Rakes ini, mendapat simpatik dan dukungan. Karena mewakil kondisi rakyat Indonesia yang terpuruk ekonominya, imbas pandemi COVID-19.
