Wakil Wali Kota Medan Sambangi Rakes, Pedagang yang Viral di Medsos
- Istimewa/VoxPop.co.id/Putra Nasution (Medan)
Rakes mengaku mempunyai lima anak yang harus dihidupinya sehari-hari dan masih sekolah. Bila tempat usahanya ditutup, bagaimana dia mencukupi kebutuhan keluarganya di tengah pandemi COVID-19 dan omzet penjualan menurun.
Di hadapan Wak Limbur, Rakes meminta perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Medan dapat memberikan bantuan kepada pedagang kecil di Kota Medan.
"Tolong sampaikan kepada pimpinan Pemko, pak Edy Rahmayadi atau pak Bobby Wali Kota, tolonglah bantu pedagang-pedagang ini janganlah disusahkan lagi, anak gak sekolah disuruh bayar uang sekolah, sementara kedai kita ditutup. Kehidupan makan kita macam mana? Kalau tutup apa dia gak minta cerai gak bisa ngasih makan," ujar Rakes.
Dalam bincang-bincang santai ini, Rakes meminta terutama kepada Pemkot Medan, agar memperhatikan nasib dan kehidupan pedagang kecil seperti dia di Kota Medan. Ia mengakui mau mengikuti aturan, tapi kebutuhan keluarganya tercukupi.
"Sebenarnya bukan saya saja diperhatikan, tapi pedagang lain juga diperhatikan. Kepada pemerintah kasih lah solusi bagi pedagang, jangan menindas tolonglah bantu," ucap Rakes.
Diujung konten Wak Kombur itu, Rakes meminta maaf atas perbuatan yang dilakukan dan sempat viral di media sosial tersebut.
"Jangan sampai ini terjadi lagi. Kalau saya salah, saya mohon maaf. Kami juga sudah damai dengan Satpol PP di Polrestabes," kata Rakes.
Pada Sabtu malam, 17 Juli 2021. Tempat usaha Rakes, juga disambangi Wakil Wali Kota Medan, Aulia Rachman. Orang nomor dua di ibu kota Provinsi Sumut itu, juga sempat berbincang dan mengedukasi Rakes terkait dengan kebijakan PPKM Darurat.
Tampak politikus partai Gerindra itu memesan mie instan. Makanan favorit di warkop milik Rakes. Namun, Aulia Rachman menyantap makanan di dalam mobil dan tidak di tempat.
"Kehadiran kami di sini pertama ingin mengedukasikan ke masyarakat. Pemerintah Kota Medan saat ini bukan melarang pedagang berjualan. Silakan berdagang, tapi jangan kasih fasilitas makan di tempat, untuk menghindari adanya kerumunan dan upaya menekan penyebaran COVID-19," kata Aulia Rachman.
Aulia Rachman mengingatkan agar Rakes tidak emosi, bila mendapat teguran dari petugas PPKM Darurat. Karena, tujuan teguran itu baik. Untuk sama-sama meneken penyebaran COVID-19 di Kota Medan.
