Heboh Libur Tahun Baru Islam Digeser, NU Jatim: Dasarnya Kemaslahatan

Ilustrasi peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1440 H.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VoxPop – Jagat maya dihebohkan terkait keputusan pemerintah yang menggeser hari libur tahun baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriah dari Selasa, 10 Agustus menjadi Rabu, 11 Agustus 2021. Di dunia percuitan, tanda pagar Libur sempat masuk daftar trending topic Twitter Indonesia pada Selasa siang, 10 Agustus 2021.

img_title Cak Imin Peringatkan Muktamar PBNU Tak Dikotori Politik Uang: Mari Murnikan Kembali NU

Ragam komentar diunggah netizen menyikapi keputusan tersebut. Ada yang bernada nyinyir, tapi banyak pula yang nadanya bercanda. “Gaes, baru tahu kalau libur nasional bisa diubah,” tulis akun @collegemenfess sembari mencantumkan emotikon tertawa.

Menanggapi itu, Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur Akhmad Muzakki mengatakan keputusan pemerintah terkait libur 1 Muharram 1443 Hijriah tentu sudah didasarkan pada pertimbangan yang matang dan demi kemaslahatan masyarakat.

img_title Penampakan Logo Muktamar Ke-35 NU, Siapa Pembuatnya?

“Saya kira dasarnya itu adalah kemaslahatan bersama,” katanya dihubungi VoxPop, Selasa, 10 Agustus 2021.

Ia menjelaskan, bila hari libur nasional tahun baru Islam tetap Selasa ini, maka hari Senin dianggap hari kejepit. Hal ini karena hari Minggu dan Sabtu juga libur sehingga menjadi long weekend dan memancing masyarakat untuk bepergian. 

img_title Gus Miftah Sebut Kiai Imam Jazuli Bukan Sekedar Alternatif, tapi Kebutuhan Mutlak Kepemimpinan NU Abad Kedua

“Kalau Seninnya kejepit, ada kecenderungan orang itu untuk melakukan perjalanan karena dianggap itu long weekend. Walau pun perjalanannya tidak harus ke luar kota jauh, tapi kemudian ada proses menginap, juga kerumunan,” tutur Muzakki.

Meski demikian, lanjut guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu, libur nasional 1 Muharram juga masih diakomodasi pemerintah, kendati digeser satu hari. Muzakki menilai hal itu tidak jadi persoalan senyampang tujuannya untuk kemaslahatan. "Jadi, ini berpindah dari kemaslahatan satu ke kemaslahatan yang lain,” ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah mengubah dua tanggal merah libur nasional 2021, yaitu peringatan Tahun Baru Islam 1443 Hijriah dari 10 Agustus menjadi 11 Agustus 2021. Kemudian, libur Maulid Nabi Muhammad SAW yang semestinya jatuh pada 19 Oktober digeser menjadi 20 Oktober 2021.

Pengubahan itu tertuang dalam SK Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menpan RB Nomor 712, 1 dan 3 Tahun 2021. Pemerintah beralasan penggeseran tanggal libur nasional sebagai upaya untuk mengurangi pergerakan orang demi mencegah penularan COVID-19 yang lebih luas.

Gedung PBNU

Harapan Tokoh Muda NU Terhadap Hasil Muktamar

Jelang Muktamar NU pada 27-31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur, berbagai pandangan mulai bermunculan terkait sosok yang dinilai layak memimpin PBNU mendatang.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut