Diplomat Nigeria Klaim Dianiaya Imigrasi, Petugas: Kami yang Dipukul
- istimewa
VoxPop – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM RI DKI Jakarta, Ibnu Chuldun mengklarifikasi video viral di media sosial soal tudingan kekerasan yang dilakukan petugas Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Selatan terhadap seorang diplomat warga Nigeria.
Ibnu menjelaskan hal ini sebaliknya di mana diplomat asal Nigeria tersebut yang bertindak arogan lebih dahulu dengan melakukan pemukulan terhadap petugas Imigrasi.
"Justru WNA asal Nigeria itu yang melakukan pemukulan terhadap petugas kami saat dalam perjalanan ke kantor imigrasi. Yang bersangkutan dibawa ke kantor karena bersikap tidak kooperatif dengan menghardik petugas yang melakukan pemeriksaan dokumen dan malah menantang untuk ditahan," ujar Ibnu dalam keterangan tertulisnya, Rabu 11 Agustus 2021.
Baca Juga: Soal Remaja Peretas Situs Setkab, Polri Ikuti Aturan Hukum Anak
Ibnu menjelaskan, akibat pemukulan tersebut, salah satu petugas Imigrasi mengalami luka bengkak dan berdarah pada bagian bibir sebelah kiri dan ini bisa dibuktikan dari hasil visum yang dilakukan atas petugas kami.
"Setelah pemukulan itu, petugas kami lantas memegangi WNA tersebut. Jadi, yang terlihat di video itu justru petugas kami berusaha mencegah WNA asal Nigeria itu kembali melakukan kekerasan atau hal yang tidak diinginkan," katanya.
Ibnu menuturkan kejadian ini berawal dari adanya informasi yang diterima petugas terkait sekelompok warga negara asing yang diduga izin tinggalnya telah habis dan menginap di salah satu hotel di kawasan Jakarta Selatan.
Mendapati hal itu, petugas langsung menindak lanjuti ke lokasi menginap para WNA tersebut karena mereka diduga berencana mengadakan sebuah pesta di hotel tersebut pada Sabtu sore.
Ternyata para WNA tersebut sudah berpindah ke lokasi lainnya yakni sebuah apartemen yang masih berada di bilangan Jakarta Selatan. Petugas kemudian mendatangi apartemen tersebut dan mendapati seorang WNA di lobi apartemen.
"Ketika petugas menanyakan paspor dan identitas dirinya, WNA tersebut marah dan tidak mau menyerahkan dokumen tersebut. Dia juga sempat menghardik petugas dan malah menantang untuk ditahan. Karena dia tidak kooperatif akhirnya dibawa petugas ke kantor imigrasi," ujar Ibnu.
