7 Fakta Dibalik Kasus Gus Nur Dituduh Sebarkan Ujaran Kebencian
- Tangkapan Layar Youtube Refly Harun
Pernyataan Gus Nur ujaran kebencian
JPU menafsirkan sejumlah kalimat yang dilontarkan Gus Nur dalam video wawancaranya diduga mengandung unsur ujaran kebencian yang ditujukan pada sejumlah pimpinan PBNU.
Beberapa tokoh yang dimaksudkan diantaranya Said Aqil Siradj, Ma'ruf Amin, dan Abu Janda. Jaksa, merujuk pada pernyataan Gus Nur dalam sesi wawancaranya dengan ahli hukum tata negara, Refly Harun dan diunggah ke akun Youtube pribadi Gus Nur, MUNJIAT Channel.
Menulis sebuah buku di dalam penjara
Dikabarkan bahwa selama Gus Nur dipenjara, ia menulis sebuah buku yang berjudul “Yang Benar Dipenjara yang Salah Pestapora”. Tak hanya itu, ia juga menulis 10 buah lagu yang diciptakannya selama mendekam dipenjara.
Kegiatan setelah keluar dari penjara
Gus Nur tetap ingin berdakwah, namun dia juga ingin memastikan seluruh umat bisa merasakan keadilan di Indonesia. Hal itulah mengapa, sebagai penceramah, dia tak ingin membiarkan ada rakyat yang kelaparan atau mendapat perlakuan semena-mena dari pemerintah.
Tak menyesal dipenjara
Gus Nur mengaku tak menyesal pernah mendekam di penjara selama 10 bulan atas kasus yang menimpanya. Sebab, dia merasa tak bersalah atau melakukan tindak kriminal. Terlebih lagi dia juga tak mendapat perlakuan tak mengenakan dari narapidana lain di ruang tahanan tersebut.
