Politikus Harus Pamer: Tangan Kanan Beri Sembako, Kiri Selfie

DPC PKB Gowa membagikan sembako berlogo Muhaimin Iskandar
Sumber :
  • DPC PKB Gowa

Wakil Ketua MPR itu menegaskan bahwa PDIP adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat. Menurutnya, gerakan itu adalah panggilan pengabdian mereka lewat aksi nyata dan perjuangan para relawan yang naluri semangat kemanusiaannya tidak pernah padam.

img_title Dorong Pengembangan Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat, BRI Peduli Salurkan Bantuan untuk Desa Ketapanrame

"Semoga ini bermanfaat bagi masyarakat," tegas dia.

Harus Pamer

img_title Bela Prabowo, BKPRMI Tegaskan Bantuan Kurban Presiden Pakai APBN Tak Bertentangan Hukum

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, mengatakan bahwa pada prinsipnya sumbangan sembako yang ada gambar elite partai tidak masalah karena itu bagian dari kerja-kerja politik.

"Politisi itu harus pamer apa yang mereka lakukan pada rakyat," kata Adi saat dihubungi VoxPop, Rabu, 25 Agustus 2021.

img_title Prabowo Kasih Bantuan 180 Starlink hingga 210 Ponsel untuk Warga Pulau Miangas

Adi menuturkan parpol sering ditagih peran dan kontribusinya pada rakyat. Nah, pembagian sembako tersebut adalah salah satu jawabannya.

"Parpol memang harus mengumbar apa yang mereka lakukan," ujarnya.

Dia menjelaskan dalam perspektif politik, tebar sembako para politisi ke rakyat itu adalah wajar, dan lumrah-lumrah saja. Bahkan, menurutnya, kalau bisa sumbangan berlogo elite politik itu harus sering dilakukan untuk memprovokasi elite lainnya.

"Harus narsis memang. Istilahnya kalau zaman sekarang, tangan kanan memberi, tangan kiri memfoto dan memviralkan," katanya lagi.

Adi menambahkan kerja politik juga terkait dengan bagaimana mendapatkan simpati dan butuh pengakuan publik. Sering kali para politisi atau orang partai dalam situasi serba salah.

"Tidak memperlihatkan bantuan dikira enggak nyumbang. Kalau memberi sumbangan dikira mengejar popularitas atau elektabilitas saja," katanya.

Baginya, tujuan utama bantuan berlogo itu agar partai, sosok penyumbang, dinilai membantu rakyat yang kesulitan. Lalu mendapat simpati, perhatian dan semakin populer di mata mereka yang mendapat bantuan.

"Setelah itu berharap dipilih," katanya.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto membagikan sembako

Photo :
  • FB Airlangga Hartarto

Tapi, benarkah pemberian bantuan sembako itu berbanding lurus dengan popularitas dan elektabilitas? Adi menyebut tidak juga.

Artinya, pemberian sembako secara masif tidak menjamin secara langsung apakah si politisi atau partai politik semakin populer, mendapat simpati atau tidak.

Meski demikian, lanjut dia, kerja politik seperti itu harus tetap dilakukan. Karena bila dari seribu sembako yang disebar, kemudian si politisi atau partai politik mendapat separonya (dari pemilih) maka itu sudah luar biasa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut