Cara Ganjar Atasi Kemiskinan Ekstrem di 5 Kabupaten Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat rapat koordinasi secara virtual Rembug Desa dengan Bupati dan para kepala se-Kabupaten Banyumas, Senin, 26 Juli 2021.
Sumber :
  • tvOne/Teguh Joko Sutrisno

VoxPop – Lima kabupaten di Jawa Tengah saat ini masuk dalam kemiskinan ekstrem. Yaitu Kabupaten Banyumas, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang, dan Kabupaten Kebumen.

img_title Batas Garis Kemiskinan RI Naik Jadi Rp 669.235/Kapita per Bulan

Untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem itu, Pemprov Jateng menyiapkan skema pengentasan, termasuk diantaranya memetakan hingga level terendah untuk mengambil langkah percepatan dalam tiga bulan ke depan.

"Wapres perintah kepada kita untuk dikerucutkan pada lima kabupaten. Itu kita kerucutkan lagi sampai level yang paling rendah yang ada di desa," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dikutip Rabu 29 September 2021.

img_title Sebaran Orang Miskin di RI: Jawa Terbanyak, Kalimantan Paling Sedikit

Baca juga: Napoleon Aniaya M Kece di Rutan, Polri: Tiga Petugas Langgar SOP

Sebelumnya, penentuan lima kabupaten di Jateng itu usai Ganjar mengikuti rapat koordinasi percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem yang dipimpin oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin, pada Selasa 28 September 2021.

img_title Penduduk Miskin RI Turun Jadi 22,93 Juta Orang, BPS Catat Berkurang 430 Ribu Orang

Lima kabupaten prioritas atau paling rendah itu, lanjutnya, akan direspons dengan verifikasi dan validasi data. Validitas data akan dikoordinasikan dengan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial, untuk kemudian dikerjakan sesuai dengan indikator yang ada. 

"Misal dari aspek perumahannya, saya kira itu akan sangat bisa dilakukan dengan cepat ketika seluruh sektor dikonsolidasikan untuk konsentrasi pada kelompok itu. Perintah Wapres tadi sangat tepat, sangat bagus, sehingga betul-betul kita bisa mencari target yang terseleksi dan itulah yang masuk ke desil satu," ungkapnya.

Menurutnya, tugas pemerintah daerah saat ini adalah menyiapkan data itu dengan benar, sesuai fakta, dan sesuai dengan data dari pemerintah pusat. Tentunya agar kelompok sasaran dapat dijangkau bantuan dan tidak meleset.

"Tadi saya minta Pemda untuk menghitung dari desil satu di lima kabupaten prioritas itu untuk dipetakan. Setiap nama, alamatnya di mana, kondisi hari ini seperti apa, dan bantuan yang sudah didapat seperti apa. Kalau kemudian kita mau aksi untuk tiga bulan ke depan, penyelamatan apa yang musti dilakukan kepada mereka agar terentaskan dengan cepat," jelas Ganjar.

Ada beberapa indikator yang bisa dijangkau dengan cepat dalam waktu tiga bulan, kata Ganjar. Di antaranya program penyelesaian atau bantuan fisik. 
Misalnya dengan memberikan bantuan RTLH lengkap dengan jamban, listrik, dan sumber air yang bagus. Selanjutnya bantuan berupa makanan atau asupan gizi yang perlu dipenuhi. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut