Mengintip Surganya Bunga Abadi di Taman Edelweiss Wonokitri
- VoxPop/Lucky Aditya
Budidaya Hingga Souvenir Edelweiss
Teguh menuturkan, hasil dari budidaya edelweiss salah satunya adalah penanaman massal di Bukit Cinta yang ada di area Gunung Bromo. Saben tahun mereka menyebar bibit edelweiss agar tumbuh dihabitat asal. Karena selain untuk adat, semangat budidaya edelweiss untuk konservasi baru yang terakhir adalah wisata.
"Pada tahun 2020 sebanyak 650 bibit kita sebar, di 2021 ini hanya 220 bibit, tahun depan dengan perkembangan saat ini sebanyak 2.000 bibit akan kita sebar di bukit cinta," kata Teguh.
Dalam upaya konservasi bunga edelweiss. Mereka juga memiliki konsep unik bernama adopsi. Hanya dengan Rp250 ribu pengunjung bisa memiliki bibit edelweiss. Nantinya bibit ini akan dirawat, dipupuk hingga berbunga. Setelah berbunga, pemilik akan dihubungi. Untuk melihat edelwiss adopsi ke Wonokitri atau mengirim bunga yang sudah siap panen ke rumah bapak asuh edelweiss.
"Tokoh yang sudah melakukan adopsi edelweiss ini antara lain Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak mereka adopsi satu pohon. Setelah panen nanti akan dikabari mau melihat kesini atau dikirim," ujar Teguh.
Kerajinan tangan dari Bunga Edelweiss
- VoxPop/Lucky Aditya
Taman Edelweiss Wonokitri adalah satu-satunya tempat resmi membeli edelweiss. Pengunjung yang datang cukup membeli voucher seharga Rp10 ribu bisa ditukarkan kopi atau teh. Lalu juga dijual souvenir dari bunga edelweiss harganya Rp20 ribu hingga Rp50 ribu. Souvenir ini seperti gantungan kunci hingga boneka beruang dari edelweiss.
"Baru dibuka April kemarin jumlah kunjungan tertinggi Oktober kemarin sebanyak 3.392 wisatawan dengan omzet per bulan Rp50 juta. Beli souvenir termasuk ikut serta dalam konservasi dan melestarikan budaya. Souvenir dari bunga edelweiss tidak akan rusak sampai 10 tahun lebih untuk itu dinamakan bunga abadi," tutur Teguh.
