Kaledioskop 2021: Teroris Merebak Hingga Serangan ke Jantung Polri
- ANTARA/Darwin Fatir
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bagaimana Zakiah bisa melenggang bebas berkeliaran ke dalam Mabes Polri dengan membawa senjata api. Perempuan itu, kata Sigit, masuk dari bagian belakang kompleks dan akan mengarah ke pos utama Mabes Polri.
"Pelaku awalnya menanyakan di mana keberadaan kantor pos, dan ditunjukkan arah oleh petugas di pos," kata Sigit di Mabes Polri pada Rabu, 31 Maret 2021.
Zakiah Aini teroris di Mabes Polri
- Istimewa
Lalu, kata dia, Zakiah meninggalkan pos tapi kembali lagi dengan melakukan penyerangan terhadap anggota di pos jaga sebanyak 6 kali tembakan. Dua kali tembakan terhadap anggota dalam pos, dua kali di luarnya dan tembakan lain terhadap anggota lain yang berada di belakangnya.
Beruntung, tidak ada anggota polisi yang terkena tembakan Zakiah. Akhirnya, aparat kepolisian mengambil tindakan tegas terukur hingga menewaskan Zakiah di Mabes Polri. "Kemudian, tindakan tersebut dilakukan tindakan tegas dan terukur terhadap yang bersangkutan," ujarnya.
Surat Wasiat Zakiah dan Mahasiswi Gunadarma
Kapolri, Jenderal Listyo Sigit mengatakan dari hasil profiling diketahui bahwa Zakiah adalah lonewolf mengarah ke kelompok radikal ISIS yang dibuktikan dengan akun media sosial. Dia mahasiswi salah satu universitas, namun drop out saat semester V.
Wakil Dekan 3 Universitas Gunadarma, Budi Prijanto mengakui kalau Zakiah merupakan mahasiswinya yang dikenal cukup cerdas. Menurut catatan, nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang sempat didapat ZA sekira 3,2 atau 3,1. Namun, Zakiah hanya aktif kuliah sampai semester tiga dan mulai tidak aktif mulai semester empat.
"ZA memang benar pernah kuliah di Gunadarma hanya saja keaktifan yang bersangkutan hanya sampai semester empat (status cuti). Jadi yang bersangkutan itu masuk tahun 2013, kemudian semester lima dan seterusnya tidak aktif (tanpa kejelasan). Yang bersangkutan dari sisi akademis mempunyai prestasi akademis yang baik selama tiga semester," kata Budi.
Sementara, Jenderal Sigit mengatakan dari hasil penggeledahan di rumahnya, didapatkan temuan antara lain map kuning isinya amplop bertuliskan kata-kata tertentu dan ada juga akun Instagram yang mengunggah bendera ISIS.
Selain itu, Zakiah sempat pamit di WA group keluarga dan ditemukan ada surat wasiat di rumahnya Ciracas, Jakarta Timur. Nah, surat itu berisi wasiat dan pesan-pesan kepada orang tua dan kakaknya.
