Petaka Maut 2021: Lindu Sulawesi, Amuk Badai Seroja, Semeru Meleduk
- ANTARA
Banjir di Kalimantan Barat terjadi di Kabupaten Sintang pada pertengahan November. Bencana itu tak separah di Kalimantan Tengah atau Kalimantan Selatan, namun wilayah yang terdampak cukup luas, meliputi 12 kecamatan. Sebanyak 2 orang dilaporkan tewas dan 29.623 kepala keluarga atau 88.148 jiwa terdampak dan mengungsi.
4. Badai Seroja di Nusa Tenggara Timur
Beberapa wilayah di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) dilanda sejumlah bencana alam akibat satu siklon yang disebut siklon tropis Seroja selama tiga hari, 2-4 April. Badai itu, yang diketahui terbentuk di perairan Pulau Sawu wilayah selatan NTT, menurut laporan otoritas pemerintah, bergerak dengan kecepatan 14 km per jam ke arah barat daya barat, menjauhi garis pantai Indonesia.
Kondisi permukiman warga yang rusak akibat banjir bandang di Waiwerang, Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 6 April 2021.
- ANTARA/Aditya Pradana Putra
Musibah yang ditimbulkan siklon itu bermacam-macam, meliputi angin kencang, gelombang pasang, banjir, banjir rob, banjir bandang, dan tanah longsor. Meski dua provinsi terdampak, kerusakan paling besar dan korban paling banyak di NTT. Sebanyak 182 orang tewas di NTT dan 2 orang di Kabupaten Bima, NTB.
Korban meninggal dunia terbanyak di NTT tercatat di Kabupaten Flores yang mencapai 72 orang, disusul Kabupaten Lembata sebanyak 46 orang, dan di Kabupaten Alor 29 orang.
Korban luka-luka dalam malapetaka maut itu total tercatat 124 orang luka berat, 20 orang luka sedang, 33 orang luka ringan dan 47 orang hilang. Kerusakan bangunan rumah sejumlah 6.407 rumah rusak berat, 7.231 rumah rusak sedang, dan 39.895 rumah rusak ringan. Fasilitas umum dan sosial yang rusak mencapai 3.116 unit.
5. Banjir bandang di Batu
Enam desa/kelurahan di satu kota kecil di Jawa Timur, Kota Batu, diterjang banjir bandang pada sore 6 November. Musibah air bah bercampur aneka material seperti batu, lumpur hingga kayu itu menewaskan 7 orang dan melukai 6 warga lainnya, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Selain itu, sebanyak 35 rumah rusak, lebih dari 300 orang mengungsi, 107 ekor ternak mati setelah diterjang banjir dan 10 kandang dilaporkan rusak.
Berdasarkan analisis, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, banjir bandang itu terjadi setelah hujan deras yang mengguyur Kota Batu dan membuat Sungai Brantas meluap. Banjir juga terjadi karena daerah resapan air di hulu aliran yang sudah rusak dan banjir membawa material lumpur, batu, dan kayu.
