Gibran Sewa Hotel untuk Isolasi, Biayanya Rp167 Juta Sebulan

Hotel berbintang di Solo dijadikan tempat isolasi terpusat.
Sumber :
  • VoxPop/Fajar Sodiq

VoxPop – Pemerintah Kota Solo memutuskan menyewa hotel bintang di Solo untuk dijadikan tempat isolasi terpusat (isoter) bagi tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar COVID-19. Anggaran yang dikeluarkan untuk menyewa Hotel Dinasty selama sebulan mencapai sekitar 167,4 juta.

img_title Deretan Komentar Nirempati Oknum Nakes soal Pasien Yurizal yang Tuai Kecaman Publik

Pantauan VoxPop, sejumlah petugas dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, BPBD Solo dan manajemen Hotel Dinasty Solo tampak mengecek sejumlah kamar hotel yang bakal difungsikan sebagai tempat isoter nakes.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau kegiatan vaksinasi COVID-19 untuk dosis penguat (booster) bagi kalangan lansia di kota itu.

Photo :
  • VoxPop/Fajar Sodiq
img_title IDI Angkat Bicara soal Dugaan Komentar Nirempati ke Pasien, Akankah Dokter Dijatuhi Sanksi?

Pengecekan juga meliputi jalur masuk dan keluar nakes mulai saat masuk menjalani karantina hingga saat dinyatakan negatif dan meninggalkan hotel tersebut. 

Kepala BPBD Solo, Nico Agus Putranto menyebutkan, kapasitas kamar di hotel yang terletak di Jalan MT Harynono No 80 Manahan, Solo itu sebanyak 27 kamar. Semua kamar tersebut iti bakal digunakan untuk tempat karantina nakes yang terpapar COVID-19.

img_title Permintaan Maaf Hilda Clarissa, Nakes yang Viral Usai Komentar soal Pasien BPJS Yurizal

“Dari 27 kamar itu nanti kapasitasnya untuk 60 pasien nakes yang positif,” kata dia saat ditemui di Hotel Dinasty Solo, Jumat, 24 Februari 2022.

Menurut Nico, hotel tersebut secepatnya akan digunakan untuk tempat isoter nakes yang terkena COVID-19. Ia pun memastikan pada awal bulan Maret nanti, hotel tersebut telah dihuni para nakes yang menjalani karantina.

“Kita usahakan secepatnya tapi kita rencanakan tanggal 1 Maret sudah mulai. Para nakes akan karantina mengikuti dari dinas kesehatan ya selama 10 hari,” sebutnya.

Tenaga kesehatan (nakes) menggunakan alat pelindung diri (APD) atau hazmat.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Untuk tahap awal, dia mengungkapkan hotel tersebut akan disewa selama satu bulan. Anggaran yang harus dikeluarkan untuk menyewa hotel bintang dua itu mencapai sekitar Rp 167,4 juta. 

“Biaya sewa per kamarnya itu Rp200 ribu per hari, tinggal kalikan dengan jumlah 27 kamar selama 31 hari,” sebutnya.

Seperti diketahui hingga dua hari lalu jumlah nakes di Solo yang terpapar COVID-19 mencapai 589 orang. Hanya saja jumlah tersebut tidak semuanya harus menjalani karantina di isoter hotel bintang.

“Kalau dari nakes ratusan itu belum tentu semuanya masuk isoter. Nakes yang masuk ke sini memang nakes yang tidak memungkinkan rumahnya dilakukan isoman. Terus nakes yang tinggal di kos dan lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Manajer Hotel Dinasty Solo, Rony Antrijanto, menyambut baik dengan dipilihnya hotelnya sebagai tempat isoter nakes yang terpapar positif virus Corona. Bahkan, menurut pengakuannya sang pemilik hotel juga sepakat, karena ingin membantu mendukung kebijakan Pemerintah Kota Solo.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut