Perjalanan Karir Militer Soeharto hingga Dianugerahi Bintang Lima
- Headtopics
Komandan Resimen Infanteri 15
Pada usia yang ke 32 tahun, Soeharto dipindah tugaskan ke markas Divisi dan diangkat menjadi Komandan Resimen Infanteri 15 dengan pangkat kolonel pada 1 Maret 1953.
Panglima Tentara dan Teritorium IV Diponegoro
Pada 3 Juni 1956, Soeharto diangkat menjadi Kepala Staf Panglima Tentara dan Teritorium IV Diponegoro di Semarang. Dari Kepala Staf, Ia diangkat sebagai pejabat Panglima Tentara dan Teritorium IV Diponegoro. Pada 1 Januari 1957, pangkatnya naik menjadi Kolonel.
Panglima Kohanudad
Pada 1 Oktober 1961, jabatan rangkap sebagai Panglima Korps Tentara I Caduad (Cadangan Umum AD), bertambah dengan jabatan baru sebagai Panglima Kohanudad (Komando Pertahanan AD).
Pada tahun yang sama (1961), Soeharto mendapatkan tugas sebagai Atase Militer Republik Indonesia di Beograd, Perancis, dan Bonn, Jerman.
Panglima Kostrad
Pada 1 Januari 1962 pangkatnya dinaikkan menjadi Mayor Jenderal. Kemudian di pertengahan tahun Soeharto diangkat menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), hingga 1965. Di tahun 1962 Soeharto juga terlibat dalam Operasi Trikora Pembebasan Irian Barat.
Jenderal bintang lima
VoxPop Militer: Jenderal Besar TNI A. H. Nasution dan Jenderal Besar TNI Soeharto
Pada 5 Oktober 1997 saat menghadiri HUT ABRI ke-52, Soeharto terlihat tampil mengenakan pangkat lima bintang di pundaknya. Beberapa hari sebelum acara tersebut, Panglima ABRI saat itu Jenderal Feisal Tanjung memberikan pangkat kehormatan itu.
Mengutip berbagai sumber, Pangkat bintang lima itu tidak terikat dengan struktur organisasi ABRI. Selain Soeharto hari itu pangkat kehormatan bintang lima juga diberikan kepada Jenderal Abdul Haris Nasution dan almarhum Jenderal Sudirman.
