Jelang Muktamar, Dahnil Sebut Muhammadiyah Butuh Manajer Dakwah

Dahnil Anzar Simanjuntak
Sumber :
  • Facebook Dahnil Anzar Simanjuntak

VoxPop Nasional – Muhammadiyah akan menggelar Muktamar ke-48 di Solo 18-20 November 2022. Berbagai harapan terhadap organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan pada 1912 itu, terus disuarakan. Itu juga yang diutarakan Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah 2014-2018, Dahnil Anzar Simanjuntak.

img_title Harapan Tokoh Muda NU Terhadap Hasil Muktamar

Gerakan Tajdid atau pembaharuan jilid II, menurutnya perlu dipikirkan untuk ke depannya. Terutama kepeloporan untuk perubahan di tengah-tengah masyarakat, menurut Dahnil perlu terus dilakukan Muhammadiyah.

"Harus ada tawaran kebaharuan yang dihadirkan Muhammadiyah dalam kehidupan umat, seperti banyak aksi dan pikiran-pikiran baru yang dilakukan Muhammadiyah diawal pendiriannya oleh KH Ahmad Dahlan, karena sejatinya ruhnya Muhammadiyah ya Tajdid, ya kepeloporan pembaharuan," jelas Dahnil, dalam keterangannya, Kamis 17 November 2022.

img_title Kelakar Jokowi Saat Safari Politik di NTT: Kalau Butuh Bantuan Bisa ke Solo

Maka menurut dia, sebenarnya ruh inilah yang harus tetap ada di Muhammadiyah. Dengan terus melakukan pembaharuan, maka akan terasa kalau ruh itu terus ada, tidak mati.

"Bila ruh ini mati, maka mati pula Muhammadiyah, dan Muhammadiyah bisa jadi sekedar yayasan super besar yang mengurusi layanan sosial seperti rumah sakit, sekolah dan universitas, yang dipastikan juga akan dipenuhi dengan ragam kompetisi dinamis, politik internal dalam pengelolaannya," jelas Jubir Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tersebut.

img_title Cak Imin Peringatkan Muktamar PBNU Tak Dikotori Politik Uang: Mari Murnikan Kembali NU

Dahnil juga menyoroti kondisi amal usaha Muhammadiyah. Masih terlihat ada kesenjangan antar amal usaha yang ribuan jumlahnya tersebut. Seperti ada rumah sakit, sekolah dan universitas yang maju serta kaya. Tetapi ada juga yang harus berjuang mati-matian untuk tetap bisa memberi pelayanan kepada masyarakat.

"Maka, dalam kondisi seperti itu, Muhammadiyah butuh 'Manajer Dakwah' yang mampu meramu semua potensi yang ada menjadi kekuatan dakwah Muhammadiyah yang menghadirkan kebaharuan. Dan, diskursus Manajer Dakwah yang mumpuni itu bukan tentang umur biologis, tapi tentang kapasitas dan kepemimpinan," jelasnya.

Gus Salam Silaturahmi Bersama PCNU Bangkalan

Gus Salam: Semua Struktur Kepengurusan NU Harus Dapat Legalitas untuk Hadiri Muktamar

Gus Salam meminta kepada PBNU melalui kepanitiaan muktamar agar semua struktur kepengurusan NU di daerah dan cabang istimewa dipastikan memiliki legalitas dan bisa hadir.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut