Profil Haryanto, Pemilik PO Haryanto yang Depak Anaknya Rian Mahendra
- Wikipedia
Jauh dari kemewahan seperti sekarang ini, Haryanto dan keluarga besarnya dulu adalah keluarga sederhana. Bahkan, dirinya rela membawa istrinya untuk mengontrak demi menjalani kehidupannya sehari-hari.
Memahami kondisi keuangan serta gaji yang pas-pasan, membuat ayah dari Rian Mahendra ini harus memutarkan otaknya untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Berbagai pengalaman pekerjaan pun sudah dilakukannya sejak dirinya duduk di bangku Sekolah Dasar, namun usai menikah dia juga pernah bekerja serabutan seperti orangtuanya dulu.
Di mana dia pernah menjadi sopir angkutan kota hingga menjadi perwakilan agen dari perusahaan-perusahaan bus yang bertujuan ke daerah sekitar Jawa Tengah.
Mulai Merintis PO Haryanto
Sebelum sukses dan berhasil mendirikan PO Haryanto, Haji Haryanto ini mencari penghasilan sampingan dengan membangun bisnis berupa agen tiket bus.
Profesinya ini berhasil dirinya lakukan sejak masih menjabat sebagai seorang tentara pada masanya dulu. Hingga pada akhirnya, Haryanto memutuskan untuk merintis hingga mendirikan PO Haryanto pada 2002 yang lalu.
Pada mula pendiriannya, PO tersebut hanya memiliki sedikit unis bus yang diperoleh dari pinjaman bank dengan rute Cikarang-Cimone yakni 6 unit bus. Sampai berjalannya waktu, jalur dalam kota tersebut memberikan kesuksesan untuknya.
Di mana kemudian Haryanto memutuskan untuk mmebuka rute Antar Kota Antar Provinsi, dengan rute awal Jakarta-Kudus, Jakarta-Pati dan Jakarta Jepara. Tidak sampai disitu, rute pun semakin dikembangkan lagi menjadi semakin banyak.
Mulai dari Jakarta Pamekasan-Sumenep hingga ke rute Jakarta-Solo-Ponorogo. Menurut berbagai sumber, pada 2021 lalu tercatat Haryanto sedikitnya memiliki armada sebanyak 300 unit bus AKAP. Bus-bus miliknya tersebut bermesin Mercedes-Benz dan Hino buatan karoseri Adi Putro.
Rajin Bersedekah dan Mengingatkan Sholat
Rupanya kesuksesan yang dimiliki oleh Haryanto saat ni tak lepas dari perannya yang kerap memberi sedekah dan memberi terhadap sesamanya. Dimana seperti diketahui, Haryanto setiap tahunnya keram memberangkatkan pengemudi busnya yang berprestasi untuk pergi ke Tanah Suci untuk menjalankan ibadah Umrah.
Tidak hanya itu, Haryanto juga kerap menyantuni anak yatim dan mengadakan pagelaran wayang kulit yang diadakan setiap tanggal 1 Muharaam. Soal ibadah lima waktunya sendiri, Haji Haryanto termasuk salah satu orang yang taat dan disiplin dengan agama.
