Rektor Tak Gubris Tuntutan soal Uang Kuliah Mahal, BEM UI: Kami Akan Dobrak Pintunya
- VoxPop/Galih Purnama
Depok – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) sore tadi menggelar aksi di depan gedung Rektorat. Hal itu berkaitan dengan banyaknya laporan yang diterima soal keluhan biaya uang kuliah tunggal (UKT) mahasiswa baru yang dianggap sangat mahal.
Data yang dikumpulkan BEM UI, lebih dari 700 mahasiswa baru (maba) tahun 2023 yang mengajukan banding atau keberatan mengenai UKT. Ini juga sempat viral di sosial media perihal maba jalur undangan yang mengeluh biaya kuliah dinilai mahal.
“Dari 2.000 lebih mahasiswa yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), terdapat setidaknya 700 aduan keberatan atas biaya pendidikan yang ditetapkan,” kata Ketua BEM UI, Melki, dikutip Minggu, 25 Juni 2023.
Kampus Universitas Indonesia
- VoxPop/Zahrul Darmawan
Ratusan maba itu akhirnya menyatakan banding. Namun tidak semua maba terfasilitasi untuk penurunan UKT sesuai harapan. BEM meminta agar Rektor UI yaitu Ari Kuncoro membuka ruang dialog membahas hal ini. Namun hingga saat ini tidak ada tanggapan apapun dari rektorat.
“Bertahun-tahun dia jadi rektot tidak pernah buka komunikasi dengan mahasiswa. Ini warning buat rektor, kalau sekarang nggak mau buka mulut, kami akan paksa buka mulut,” tegasnya.
BEM memberikan waktu hingga tujuh hari ke depan. Jika tetap tidak direspons mereka akan menggeruduk pintu ruang kerja rektor.
“Dobrak ke dalam itu kewajiban kita semua. Teman-teman di sini juga sudah siap semua kan untuk dobrak ke dalam. Ini warning buat Pak Ari Kuncoro Rektor UI, kita ngga pernah ditemuin karena dia takut, malas dan dia menganggap kita bukan siapa-siapa,” ungkapnya.
“Kalau sekarang tidak mau buka ruangannya kami akak dobrak pintunya. Jika dalam waktu 7 x 24 jam tidak ada respon, kami akan rancang aksi penolakan lebih besar,” ujar Melki mengingatkan.
BEM UI dalam beberapa kasus yang diadvokasi pihaknya, banyak mahasiswa yang jelas-jelas tidak mampu membayar angka yang tinggi. Namun disayangkan tidak adanya keterbukaan data dan rasionalisasi UI menetapkan biaya pendidikan mahasiswanya.
“Memang telah disediakan ruang pengajuan banding bagi mahasiswa yang keberatan. Akan tetapi, sistem banding yang tersedia hanya berbentuk komentar dan tidak jelas mekanismenya. Disamping itu, setelah hasil banding diumumkan pada 20 Juni 2023, nyatanya masih banyak mahasiswa yang mengaku tidak mendapatkan penurunan biaya pendidikan tanpa keterbukaan alasan,” beber Melki.
