Kepala BPOM Sebut Kolaborasi SEARN Perkuat Sistem Jaminan Mutu Produk Obat
- DPR RI
Jakarta – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito menjelaskan, kerja sama dan kolaborasi antara otoritas regulator obat negara anggota South-East Asia Regulatory Network (SEARN) dapat menjawab tantangan dalam hal pengawasan obat, terutama terkait akses terhadap obat-obat yang aman, berkhasiat, dan bermutu.
Menurut dia, upaya kolektif SEARN dalam memperkuat sistem regulasi dan mempromosikan lanskap regulasi yang harmonis di kawasan ini akan membuka jalan bagi kelancaran pergerakan produk obat lintas batas.
“Melalui SEARN, kami memiliki kemampuan untuk memperkuat kerangka pengawasan obat melalui kolaborasi, berbagi informasi, serta penyelarasan peraturan dan standar obat yang mengacu pada standar internasional dan prinsip good regulatory practice (GRP),” kata Penny dalam keterangan yang diterima, Jumat 28 Juli 2023.
Ilustrasi beli obat bisa lewat layanan telefarmasi.
- vstory
Di samping itu, lanjut Penny, otoritas regulatori obat juga dapat mendorong pemangku kepentingan untuk menyediakan obat esensial yang terjangkau, yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan. Ini menjadi hal yang krusial sebagai prioritas utama kita dan sejalan dalam pencapaian sustainable development goal 3. Di antaranya untuk memastikan dan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi semua kalangan di semua usia.
Ia menegaskan, dengan memastikan ketersediaan dan keterjangkauan obat saja tidaklah cukup. Lebih dari itu, yang juga perlu menjadi prioritas adalah memastikan obat-obat tersebut digunakan dengan bijak dan bertanggung jawab. “Jadi tidak hanya memastikan obat yang aman dan bermutu, tetapi juga penggunaan obat tersebut dengan cara yang tepat, pada waktu yang tepat, dan untuk tujuan yang tepat,” ungkapnya.
Director Department of Health Systems Development (HSD) WHO SEARO, Manoj Jhalani, yang mewakili Regional Director WHO SEARO, memberikan apresiasi kepada BPOM dan Kementerian Kesehatan atas kepemimpinan yang kuat dan kesediaan untuk memfasilitasi pertemuan yang sangat penting ini.
Ia mengatakan bahwa Indonesia mampu belajar dari pengalaman untuk memperkuat dan mengembangkan sistem dan kapasitas regulatorinya kemudian membagikannya kepada negara anggota SEARN. “Saya yakin, dalam waktu yang tidak lama Indonesia akan menjadi salah satu otoritas regulator obat yang kuat,” ujarnya.
