Dinamika Geopolitik Terus Berkembang, RI Mesti Dorong Gagasan Poros Maritim Dunia

Foto udara menara Mercusuar Willem III di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Senin, 25 Maret 2019.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aji Styawan

"Hal ini dikarenakan dinamika geopolitik semakin berkembang dan tidak hanya dapat dipandang sebagai sebuah hubungan kawasan dan perlu dibingkai ulang sebagai perebutan ruang dalam konteks global," jelas Adrianus. 

img_title JLL Ungkap Tantangan dan Implikasi dari Ekspansi Global Perusahaan Real Estate Tiongkok

Pilot maritim merupakan petugas pemandu kapal yang melakukan pelayanan lalu lintas kapal laut di pelabuhan.

Photo :
  • Berton Siregar/Batam

Dia bilang kebijakan luar negeri RI saat ini perlu melawan dengan geopolitik kritis. Caranya menentang upaya pengkotak-kotakan yang terjadi di dunia dengan memanfaatkan modalitas hubungan bilateral RI seperti kerja sama ekonomi dengan Cina dan militer bersama Amerika Serikat. 

img_title Bawa RI Jadi Destinasi Utama Industri Live Entertainment Global, Raw Vision Gelar YE Live In Jakarta 2026

"Tidak cukup pelaksanaan instrumen kebijakan bebas-aktif yang menjaga netralitas dan sentralitas ASEAN dalam menghadapi kontestasi geopolitik klasik," ujarnya.  

Adapun, Dosen Hubungan Internasional UNMUL Uni W Sagena menuturkan peran negara mesti jadi fokus utama dalam dinamika geopolitik yang semakin berkembang. Menurut dia, hal itu seperti persaingan strategis terkait perebutan sumber daya misalnya energi. 

img_title Prabowo: Pakar Ramalkan 25 Tahun Lagi Ekonomi Indonesia Peringkat 4 di Dunia

Lebih lanjut, dia menyoroti meningkatnya kompleksitas dinamika geopolitik ini disebabkan oleh pergeseran tren energi dunia dari Utara ke Selatan. Dia menyebut pergeseran ini mengakibatkan peningkatan intensitas interaksi antara berbagai negara. Imbasnya hal itu mendorong terbentuknya aliansi dan rivalitas di antara negara dan kawasan. 

"Perebutan sumber daya oleh negara-negara adidaya menjadi pendorong utama dalam upaya perluasan pengaruh mereka di berbagai kawasan," tuturnya. 

Maka itu, menurut dia ada hikmah pembelajaran dari rivalitas negara adidaya. Pembelajaran itu akan jadi tantangan bagi RI di masa mendatang.

"Terutama dalam konteks pembangunan IKN yang memiliki potensi ancaman dari ALKI 2," lanjut Uni. 

"Oleh karena itu, penting bagi Indonesia kembali mendorong gagasan poros maritim dunia dan meningkatkan kemandiriannya dalam menanggapi dinamika geopolitik yang terus berkembang," jelas Uni.


 

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi

Sektor Keuangan RI Terjaga, Bos OJK Tetap Waspadai Beragam Potensi Imbas Ketidakpastian Global

Kiki menegaskan, OJK akan tetap mewaspadai berbagai potensi di balik kembali meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah, imbas gagalnya gencatan senjata Iran-AS.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut