Segudang Harapan Dusun Terjal di Ujung Sulawesi Tengah

Suasana belajar mengajar di PAUD Dusun Tombiobong
Sumber :
  • VoxPop/Zendy Pradana

Rahmawati yang ditemui pada 1 November 2023 menjelaskan murid di sekolah Tombiobong itu mulanya berjumlah hanya 13 anak, tetapi kini bertambah menjadi 18 anak. Murid yang usianya tidak merata tetap semangat untuk menimba ilmu di sebuah sekolah.

img_title Rumah BUMN Pertamina Perluas Akses Pasar hingga Dorong Digitalisasi UMKM di Sulawesi Tengah

Belasan murid itu rata-rata sekolah di jenjang PAUD pun ada yang berusia sudah 10 tahun, tetapi itu sebuah hal yang luar biasa karena masih memiliki kemauan untuk sekolah.

Dia menceritakan kalau dirinya harus tertatih-tatih mendidik anak-anak murid Tombiobong itu mulai dari bangun tidur sampai mereka tidur di rumahnya masing-masing.

img_title IFW 2026, Pertamina Patra Niaga Perkuat Akses Pasar UMKM Binaan

Murid sekolah Tombiobong tak hanya diajarkan tentang ilmu pengetahuan. Tetapi, Rahmawati menceritakan kalau murid itu juga diajarkan mengaji hingga salat berjamaah. Bahkan jika ada murid yang mengalami kesulitan ekonomi pun akan dibantu lewat hasil tanam yang ada di dusun.

Guru sekolah Tombiobong itu rela membangunkan muridnya agar mereka mau berangkat ke sekolah demi masa depan yang baik. Para murid dijemput ke rumahnya jika ingin hadir ke sekolah, guru rela menerjang hutan demi menjemput muridnya.

img_title Soroti Kecelakaan Maut Truk Tangki BBM vs Mobil KKN di Mantewe, Pertamina Patra Niaga Beri Penjelasan Resmi

Padahal, Rahmawati mengaku hanya digaji  Rp250 ribu untuk pembayaran selama tiga bulan. Tap itu tak menggentarkan semangatnya untuk tetap mendidik anak-anak Tombiobong.

“Rasa terharu mereka sudah bisa baca, sudah bisa menulis dan murid-muridnya taat. Dari yang tidak tau menjadi tau luar biasa. Awalnya saya takut karena harus komunikasi dengan lingkungan apalagi mereka punya bahasa suku sendiri dengan berbagai macam cara untuk pendekatan alhamdulillah bisa masuk ke orang tua dan kitab isa diterima semua oleh orang tua murid,” kata perempuan 33 tahun itu.

Langka Air Bersih

Perempuan beranak satu itu, menjelaskan kalau guru-guru di sekolah mau membersihkan para murid sekolah Tombiobong itu. Sebuah tisu basah harus rela dibawa demi anak-anak yang diharapkan menjadi penerus bangsa Indonesia itu, sebab anak-anak pun masih minim untuk edukasi tentang kebersihan.

Perlahan tisu basah itu menghampiri wajah anak yang masih dipenuhi kotoran mata. Tisu basah terpaksa digunakan lantaran sumber air bersih di Dusun Tombiobong itu sangatlah langka.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut