TPN Ragukan Kronologi Pengeroyokan Relawan, Kapendam Diponegoro Bilang Begini

VoxPop Militer: Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Richard Harison
Sumber :
  • Istimewa/Viva Militer

Jakarta - Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Andika Perkasa meragukan kronologi pengeroyokan oknum TNI terhadap relawan yang disampaikan Dandim 0724/Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Wiwoho beberapa waktu lalu. Andika menyebut bahwa relawan Ganjar-Mahfud langsung diserang oleh oknum TNI dan tak ada kesalahpahaman di antara keduanya. 

img_title Terbaring Pakai Selang Oksigen, Andika Kangen Band Ungkap Kondisi Terkini di Rumah Sakit

Menanggapi hal itu, Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Richard Harison menegaskan bahwa kronologi yang disampaikan oleh Wiweko belum final dan hanya bersifat sementara. 

"Kronologi kan sudah disampaikan sama Dandim Boyolali. Bahwa itu informasi sementara, informasi awal yang diterima, itu di awal kan," kata Richard Harison saat dihubungi VoxPop, Selasa, 2 Januari 2024.

img_title Insiden Penembakan di Festival Lembah Baliem, Dua Orang Alami Luka-luka

Kapendam IV/Diponegoro, Kolonel Inf Richard Harison

Photo :
  • tvOne/Didiet Cordiaz

Richard menambahkan, kronologi secara final akan diketahui saat penyidik melakukan sinkronisasi kronologi dengan para saksi dan korban terhadap keenam tersangka pengeroyokan relawan Ganjar-Mahfud di Boyolali, Jawa Tengah itu.

img_title Mengenal Rama Yohanes, Anak Angkat Suzzanna yang Jadi Anggota TNI, Wujudkan Keinginan Terakhir Sang Ratu Horor

Diketahui, enam tersangka yang ditetapkan oleh pihak Richard Harison merupakan prajurit tingkat dua (prada), yaitu Prada Y, Prada P, Prada A, Prada J, Prada F dan Prada M. 

"Bukan (kronologi) final, karena finalnya nanti akan di sinkronkan. Itu kan nanti penyidik lah yang akan mengsinkronkan antara informasi dari anggota, dicocokan nanti dengan saksi-saksi sama korban, kan gitu," tuturnya.

Sebelumnya, Dandim 0724/Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Wiwoho menjelaskan kejadian itu berlangsung di depan markas Yonif 408/Suhbrastha di Boyolali pada Sabtu kemarin. Kejadian tersebut berlangsung secara spontanitas karena adanya kesalahpahaman kedua belah pihak.

“Peristiwa bermula pada hari Sabtu, 30 Desember 2023, pukul 11.19 WIB di tempat Asrama Kompi Senapan B Yonif 408/Suhbrastha, saat sejumlah anggota melaksanakan olahraga bola voli. Kemudian mendengar suara bising yang membuat tidak nyaman dari beberapa sepeda motor dengan knalpot brong,” paparnya.

Menurut dia, sejumlah relawan pasangan nomor urut 3 yang mengendarai sepeda motor knalpot brong itu melintas secara terus menerus di depan Markas TNI AD secara berulang kali. Setelah itu, beberapa oknum anggota keluar asrama dan menuju jalan di depan asrama untuk mencari sumber knalpot brong pengendara sepeda motor itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut