Ahli Geologi: Selat Muria Mungkin Saja Terbentuk Kembali

Banjir yang melanda Demak merendam ribuan rumah warga
Sumber :
  • Teguh Joko Sutrisno

Demak – Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhammad Wafid menjelaskan, meskipun terjadi penurunan tanah di wilayah pesisir Demak, Jawa Tengah, sekitar 5-11 sentimeter per tahun, Selat Muria tidak akan terbentuk dalam waktu dekat seperti yang kini ramai dibicarakan.

img_title BPBD Ungkap Banjir di Kota Padang Meluas ke 3 Kecamatan

Wafid menjelaskan bahwa wilayah pesisir atau dataran pantai merupakan area yang sangat berubah akibat proses geologi, kondisi oseanografi, dan klimatologi.

Banjir Demak Pertanda Kembalinya Selat Muria?

Photo :
  • Istimewa
img_title Hujan Deras Jadi Penyebab Banjir di Kota Padang, Tim SAR Imbau Warga Waspada Bencana

Secara umum, proses pembentukan wilayah ini masih berlangsung hingga kini melalui proses transportasi, pengendapan, dan konsolidasi sedimen, sehingga rentan terhadap bencana seperti banjir rob, penurunan tanah, dan abrasi.

Menurut penelitian Badan Geologi, daerah Demak dan sekitarnya mayoritas terdiri dari endapan kuarter yang terdiri dari endapan aluvial pantai atau aluvium.

img_title Tim SAR Turun Gunung Bantu Evakuasi Pelajar hingga Guru Terjebak Banjir di Padang

Survei geofisika menunjukkan bawah penelitian yang dilakukan oleh Badan Geologi mengungkapkan adanya lapisan sedimen yang lembut dan tebal.

Pemboran hingga kedalaman 100 meter di dataran aluvium menunjukkan dominasi lapisan lempung yang lunak dan secara umum terkonsolidasi secara normal, dengan sedikit campuran pasir yang terlepas.

"Kondisi itu menyebabkan mudah mengalami pemampatan alamiah maupun pemampatan karena beban antropogenik yang dikerjakan di wilayah tersebut, sehingga mengakibatkan terjadinya penurunan tanah," ujar WAfid, dikutip dari Antara Jumat, 22 Maret 2024.

Di beberapa lokasi di wilayah pesisir, ketinggian daratan lebih rendah daripada permukaan air laut, sehingga saat terjadi banjir rob, air laut dapat merembes masuk ke daratan.

Ilustrasi Selat Muria

Photo :
  • Istimewa

Wafid menjelaskan, faktor-faktor utama yang memengaruhi banjir rob saat ini adalah tingginya curah hujan, kerusakan pada infrastruktur tanggul, dan kondisi lapisan tanah di bawah permukaan yang didominasi oleh lapisan lempung lunak yang cenderung tidak tembus air, sehingga memperlambat proses pengeringan air setelah banjir surut.

Di samping itu, banjir rob juga menyebabkan banjir yang signifikan di wilayah pesisir dan dapat menyebabkan genangan air yang berlangsung cukup lama.

"Secara teori, Selat Muria mungkin saja terbentuk kembali, yakni apabila terjadi proses geologi yang dahsyat, misalnya terjadinya gempa bumi tektonik berkekuatan sangat besar yang menyebabkan terjadinya amblesan tiba-tiba dan mencakup areal yang luas," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut