Longsor Tewaskan 20 Orang, Pemerintah Tetapkan Tana Toraja Status Tanggap Darurat
- VoxPop.co.id/Supriadi Maud (Sulawesi Selatan)
Langkah-langkah lebih lanjut akan diambil oleh Pemerintah Provinsi untuk membantu warga yang terdampak bencana.
Ilustrasi titik rawan longsor.
- VoxPopnews/Zahrul Darmawan
Pada kunjungan itu juga, Pj Gubernur Bahtiar juga memberikan santunan kematian kepada keluarga korban, Bahtiar juga menyerahkan bantuan satu ton beras dan bufferstock yang diserahkan kepada Bupati Tana Toraja.
Sekedar diketahui, bahwa bencana longsor terjadi di dua kecamatan pada dua waktu yang berbeda pada akhir pekan di Kabupaten Tana Toraja.
Kedua kecamatan itu yakni di kecamatan Palangka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale longsor terjadi Sabtu, 13 April 2024 sekitar pukul 23.30 WITA, mengakibatkan 15 korban tewas, dua selamat dan dua lainnya masih dinyatakan hilang.
Selain itu, longsor juga terjadi di Desa Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan, Minggu sekitar pukul 03.00 WITA. Longsor menerjang satu rumah warga dan mengakibatkan tiga orang tewas, dua selamat dan satu masih dalam pencarian.
Selanjutnya, Tim Sar Gabungan yang masih terus berjibaku mencari para korban akhirnya membuahkan hasil. Tepat pada Senin 15 April 2024 dua korban bencana tanah longsor Tana yang sebelumnya dinyatakan hilang telah berhasil ditemukan tim SAR gabungan Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale.
Dengan penemuan dua korban tersebut, total korban jiwa akibat bencana tanah longsor di Tana Toraja menjadi 20 orang. Dari jumlah tersebut, 16 korban ditemukan di Desa Manggau, Kecamatan Makale. Empat korban lainnya telah ditemukan di Desa Lembang Randan Baru, Kecamatan Makale Selatan.
Dengan penemuan semua korban, operasi pencarian dan penyelamatan dihentikan. Namun, tim SAR gabungan tetap siaga untuk merespons laporan kehilangan anggota keluarga dari warga.
