Kecelakaan KA Rajabasa Tabrak Bus dan Timbulkan Korban Jiwa, KAI Soroti Disiplin Lalu Lintas

Kecelakaan KA Rajabasa Tabrak Bus di OKU Timur Sumsel
Sumber :
  • ANTARA/HO/Scshoot medsos

Jakarta – Kecelakaan terjadi antara Kereta Api Rajabasa relasi Tanjungkarang - Kertapati dengan sebuah bus, menimbulkan korban jiwa pada Minggu 21 April 2024.

img_title Canter Makin Melar, Kabinnya Bisa Lebih Lega

PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) mengimbau masyarakat meningkatkan disiplin berlalu lintas menyusul insiden kecelakaan lalu lintas antara KA Rajabasa (KA PLB S12A) relasi Tanjungkarang – Kertapati dengan bus.

Kecelakaan terjadi pada Minggu (21/4) pukul 13.10 WIB di perlintasan pada petak jalan antara Stasiun Way Pisang (WAP) dan Stasiun Martapura (MP) di KN 193+7.

img_title Kecelakaan Pesawat di Peru, 13 Orang Tewas

"KAI secara kontinyu dan berkesinambungan selalu melakukan upaya sosialisasi tentang disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang. Kita selalu mengingatkan masyarakat baik pengendara kendaraan bermotor ataupun pejalan kaki untuk tetap berhati-hati saat melintas di perlintasan sebidang," kata EVP Of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji di Jakarta, Minggu, dikutip dari Antara.

Agus menyesalkan kecelakaan itu dan menyampaikan belasungkawa atas insiden yang terjadi, dimana terdapat  korban dari penumpang bus tersebut, yakni sebanyak empat korban jiwa dan lima belas luka-luka. Selanjutnya para korban dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

img_title Heboh Video Penggerebekan Rumah Dinas Kalapas Waingapu, Ditjenpas Ungkap Fakta Sebenarnya

Kru KA dan penumpang KA Rajabasa seluruhnya selamat, namun terdapat kerusakan pada sarana dan keterlambatan perjalanan kereta api.

Kecelakaan terjadi saat KA Rajabasa relasi Tanjungkarang - Kertapati ditemper bus di KM 193+7 petak jalan Way Pisang (WAP) dan Martapura (MP).

Menurut Agus, perlintasan itu merupakan perlintasan yang telah KAI pasang palang pintu manual yang saat ini dijaga masyarakat sekitar secara swadaya.

Ia menyayangkan masih adanya pengguna jalan yang kurang berhati-hati dan tidak berhenti serta tidak tengok kanan-kiri saat melintas di perlintasan KA.

Selanjutnya, keberadaan alat utama keselamatan di perlintasan sebidang ada di rambu-rambu lalu lintas, dimana status palang pintu dan penjaga perlintasan hanyalah alat bantu keamanan semata.

Insiden tersebut mengakibatkan perjalanan beberapa KA Rajabasa dan KA Kuala Stabas terganggu dan mengalami keterlambatan, begitupun dengan kereta api lainnya seperti KA Barang juga sempat tertahan.

Proses evakuasi telah selesai dilakukan pada pukul 15.24 WIB sehingga perjalanan KA kini kembali normal.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut